Tampilkan postingan dengan label warnapelangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warnapelangi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

sulaman, hujan dan kabut

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiie2eF8-HbkpU2QukNFwE8M7dZ1sKbSIPGOe6hy8ZUXhuTQOhHU1NIJkvyc8CbAZkKZkVABnfWci1PESL7ekMp7GMmCri-61l8Tbn0kiKt5bXrZF9ucOM66b-_RHZVviVspjoJ6Dvm9kU/s1600/fog.jpg

si lelaki memandang. dari jauh. mengenakan kaos, berwarna pupus. lelaki itu tak memandang apapun. bagi yang lain yang melihatnya.

si wanita duduk terpekur. dengan sulaman. terlalu asik menyulam, terlalu asik meliuk liukkan benang dan jarum.

si lelaki memanggil. Sekali. kemudian hujan turun. deras.
memanggil lagi. hujan semakin deras. suaranya tertelan deru hujan.

si wanita menoleh. perasaannya menuntun ke suara yang tak bisa didengarnya.
mendapati lelaki itu sedang memanggilnya. tersenyum. aku merindukanmu batinnya.

tapi lelaki itu memutuskan untuk pergi. pandangannya tertutup kabut. tak bisa mendapati wanita itu kini tersenyum kepadanya. meletakkan sulamannya, yang belum selesai.

Namanya saja,

merasuk benak mengangankan mimpi
tak ingin membuka mata
keluh pada matahari sebab malas
apa masih ?

tertawa, memandang itu
memaki pelan
hadirkan peluh yang menjamur
menjadikan ingin menjadi nyata

semut mengangkut remah remah
lebah mengiang mencari madu,
bukti apalagi?

Senin, 26 Maret 2012

hidup ini................

hidup,....
hidup, apakah engkau begitu rumit?
tak pernah akhir menjadi sebuah penutup
membuka apa yang tak pernah terbuka
bahkan untuk sekadar dimimpikan
memberi yang tak terduga
menutup yang teringin
menjaga kerahasiaan dalam setiap kotak tindak
menyuarakan aksi yang tak lebih dari sebuah ikhtiar
menjaga tawakal untuk tetap pada relnya
agar hidup?
agar sadar?
kukira, agar senantiasa bergejolak
karena hidup harus selalu lebih hidup
dan nyata, masih menjadi andalan

Senin, 19 Maret 2012

cerita tentang pagi

sepagi ini aku mengangguki rutinitas,
memenuhi bejana dengan tumisan bewarna-warni,
beraneka warna, beraneka aroma,harum
mataku menemui mu,
dalam sebungkus cover plastik
itu diary lamaku,
kubuka, dan berisi tentangmu

sepagi ini basah
hampir tanpa jeda hujan datang
menghembuskan sejuk di kota panas ku
menemani sejuk ku membaca kata perkata
kagum ku, suka ku padamu
hingga aku menulis ini,
dan mungkin hingga esok

pagi ini,
aku sembahyang
dalam kekhusukan yang kupaksakan
untuk tetap bersyukur dan bersabar,
paling tidak aku pernah mengenalmu
membuatku mengingat,
hanya aku dan tuhan yang tahu ini

pagi ini
sama seperti pagi dan malam yang lain
aku masih mengekstrasi tanya
memelihara tiap, yang tertelungkup
tak akan berhenti mengekstrasi
aku yakin, mulai pagi ini

Kamis, 15 Maret 2012

pejuang

Pejuang?

Pejuang itu sakit
Pejuang itu rela
Pejuang diagungkan
Dihujani doa para rakyat

pejuang kita?
Bergelimang harta kita
Mengkianati kita
Berpura mewakili kita
Berpura berkorban demi kita
Menamakan kita, atas semua kebutuhan
Menamakan kita, atas semua obsesi

Pejuang itu, mengharumkan bangsa
Pejuang itu, hobi berkorban
Pejuang kita? Menginjak muka kita
Pejuang kita? Mengorbankan kita bersimbah keluh

Pagar?

Pagar?

Pagarnya beda-beda
Bukan? Bukan jenisnya
Tapi jaraknya
Mepet sama dengan bahaya

Pagarnya beda,
Yang ini jauh, tapi kelihatannya saja
Bahaya?
Lebih-lebih, soalnya ilusi

Pagar itu menjaga
Pagar itu membatasi
Memagari dari asing yang merusak
Ayo membangun pagar, yang nyata

Pagar pagar yang kuat, kokoh dan jarak pas, ada?
Bisa ada bisa tak ada,
Kenapa tidak ‘ada’ saja?
Karena ‘ada’, cuma kamu yang inginkan

Selasa, 13 Maret 2012

hari buruk

pic-http://completelydevoted.files.wordpress.com/2011/05/rain.jpg

Kau tahu hari apa ini?
Hari ini angin bertiup kencang
Hari ini langit mendung gelap
Hari ini hujan memuntahkan murkanya pada bumi
Kepada mahluk bumi yang menyebalkan

Barang kali kau bertanya-tanya hari apa ini
Jika kau mempertanyakan pepohonan roboh
Pepohonan yang tercerabut, hingga akarnya
Sungai-sungai yang meliuk-liuk liar, menakutkan
Memakan sandang, memakan pangan
Menghancurkan papan

Dan kau,
Sama seperti mahkluk-mahluk bumi yang lain,

Memaki balik,
Dengan bencinya menatap langit yang gelap?
Siapa yang marah duluan?
Siapa yang buat gaduh duluan?
Dasar mahluk bumi tak tahu diri

Lalu mau apa?
Apalagi ?
Keenggananmu membuatku gatal

Jumat, 09 Maret 2012

could i?

Its flood up,
Sprawled into air,lands and heart
Fullfil with screams,

Take it easy, please..
like this is a new beginning,
This is no longer an anger

Rabu, 07 Maret 2012

feeling

its not a listing
not a plan
its just a desire

it is not a goal
its not something to work for
something to feel
to understand, achieving by honest

Selasa, 06 Maret 2012

it's not, believe me

i wait down in a foyer
tremendously my verge
solely in what u called so forth
and perish in an enormous paled scent

wait for the unknown light
that must be light up an awkward air
abandon a reckless eager
be a sparkle debris
as you wish

Kamis, 01 Maret 2012

aku ikut

aku merindu
merindukan keramaian
merindukan basa basi yang tak pernah basi

aku merindukan kamu
berbincang tentang dunia
berbincang dengan mimpi

aku memutuskan untuk merindu
memilih untuk merasa
mengikhlaskan hati untuk dimiliki

tuhan memutuskan untuk percaya
tuhan dengan 't' kecil
aku memutuskan untuk menurut

Rabu, 29 Februari 2012

daur ulang

hening
hening hingga waktu telah usai
hening hingga malam memutuskan beranjak
berpasrah diri kepada pagi
kepada matahari

datang
harapan-harapan baru lahir
aksi dan reaksi semakin ramai
menyesaki tiap bagian yang menjadi basi
memenuhi pojok, tengah hingga samping
semua ruang terisi

aku hadir
dalam tiap ketidakpedulian
aku memanggil
dalam tiap penolakan
aku berteriak
pada setiap pengekangan
pada setiap sekongkolan
sekongkolan kianat yang membahana
tumpah dan meruah

aku disini
tetap disini
mungkin tak untuk selamanya
selamanya bukan umurku
masih
hingga entahlah..

Dug Dug Dug........

cahaya ruangan berwarna oranye. tidak terik. cenderung gelap.
remang remang lebih tepatnya.
dentuman drum yang kalem berbunyi dug..dug,.. dug..
Drummer bersetelan hitam-hitam mengerlingkan matanya yang gelap.
tepat pada jangkauan mataku. memergoki mataku yang mengawasinya.

alisnya hitam, benar-benar hitam, tebal dan mempesona. Indah
kulitnya terpapar pencahayaan ruangan yang remang remang.
memukau.
berkilau bak patung emas firaun

tangannya bergerak naik dan turun. Namun hanya pada pergelangannya saja.
tangan itu nyaman untuk dirasa
dan patuh untuk diyakini
walau aku belum memiliki

suasana monoton.
drum menderu
aku duduk diam
cahaya redup

lainhalnya dengan emosi
mencetak poin
semakin tinggi dan tinggi
aku meleleh, percaya dan mengikat batin
dug..dug...dug...
ketika itu aku berkenalan dengan setia

Selasa, 28 Februari 2012

Kabel Warna Kecil

Berlapis kaca seukuran kerikil kecil. Berwarna hitam dan merah. Timbul tenggelam. Saling berkejaran.

"itu lampu indikatornya, semakin kencang kedipan lampu merahnya, semakin mengancam untuk meledak"

seorang lelaki berkata. tak ada siapapun disana. gelap. tapi cahaya matahari siang menembus. lewat genteng bening yang cuma ada 2 biji. menembus langsung pada seonggok hal berkabel warna warni dan sesosok pria. cuma satu sosok.

tit..tit..titt..

suara itu menderu. muncul dengan bebasnya. membahana dengan begitu mengesalkan.

"kau harus segera Jack! waktumu semakin sedikit"
lelaki itu berujar. masih sendirian. masih bunyi Tiit pendek bertempo yang menemaninya. masih didalam gelap itu. masih dengan cahaya menembus itu.

"o!!! my God! I need back up!!!"

Aore Malang, Aore Menang

http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/128590/128590,1209607365,2/stock-photo-boiling-water-on-gas-flame-12093343.jpg


Aore menggenggam batang kayu dengan tekstur yang sudah dihaluskan. dihadapannya ada tungku menyala. Ada kendi berisi butiran pipih putih tenggelam. di pinggiran udara meletus letus kecil. jarinya gatal. ingin mencoba bermain gelembung putih dipinggir panci. bagaimana sensasinya. seperti dibelai atau ditusuk?

nalarnya meliar.
mencari cari rasa
mencari cari resiko
mencari cari sebab

batang kayu pipih di masukkan ke kendi
diaduk kekanan dan ke kiri
sesekali memutar
kemuadian diangkatnya lagi

gelebung pecah kecil putih itu masih sama
tak enggan untuk menggelitik
tak enggan untuk menggoda
tak enggan untuk memperdaya

Aore
Aore
malang benar nasibmu
gelembung itu akan menciderai jemari kecilmu
malang bagi keciutanmu
malang bagi kepengecutanmu

Sepatu Lari

http://www.wormsandgermsblog.com/uploads/image/Bare_feet.JPG
ini kisah tentang alas kaki
alas kaki
apapun bentuknya
tak perduli sendal jepit
tak perduli sepatu
tak perduli dedaunan jati yang membungkus
tak perduli apapun

yang tak memperdulikan jalanan
tak memperdulikan makadam
tak memperdulikan pagar
dan tak memperdulikan tembok

dan segala tak memperdulikan itu hanya bertemu imajinasi
hanya bertemu bualan
bualan yang kosong
bualan yang tak bermakna
bualan hampa

maka hadirkan padaku
sepatu
sandal
dan daun jati yang membungkus
yang ada
yang walau tidak tak memperdulikan
jalanan aspal dan makadam dan pagar dan tembok
bersedia untuk berlari

Gione dan Wanita Berambut Kuning

http://www.ritasfitnessfirst.com/images/steak.jpg



Gione!! menjauh dari situ
segera!! segera!!

lantai masih tanah..ditutupin jerami disana sini. berserakan.
wanita muda. manis. sederhana. rambut keemasan. dikuncir kuda.
bajunya kuning terusan.
kulitnya putih pucat..
walau pipi dan punggung kanannya memerah terpapar matahari

Gione, kau tak boleh seperti itu. aku tak ingin kehilangan kau lagi.
yang ditatap dan diceramahi hanya balas menatap.
matanya berair
selalu berair..

wanita itu melangkah keluar,Gione mengikutinya di belakang.
wanita itu duduk di bawah pohon apel.
semuanya memerah
semuanya ranum
semunya menggiurkan

wanita itu membelai rumput liar dibawah pohon
menikmati tekstur rumput
mengecapi aroma rumput yang memenuhi rongga penciumannya
mengijinkan kesegaran rumput yang terbelai angin

angin..
angin semilir meniupi rambutnya
meniupi wanita itu
meiupi Gione

Gione
tiduran dengan kepala menempel pada rumput
menempelkan hidungnya pada rerumputan
berpura pura menikmati aroma rumput

aku tahu kesukaanmu.
aku juga suka pada aroma rumput
dan tanah basah.. aku tahu kita sama
aku tahu kita sehati

gione tak memahami kata kata itu
yang diperdulikannya
yang membuatnya tetap didekat wanita itu hanyalah daging
daging yang enak
tersedia di piringnya setiap hari,
tanpa ia perlu mencari
tanpa ia perlu bekerja

Gione tahu, dia harus selalu di dekat wanita itu

aku sungguh menyayangimu Gione
lebih dari sayangku kepada suami ku
suami ku yang itu
yang selalu membencimu
memandangmu sebelah mata

aku benci, tiap dia ingin kau keluar
tiap dia ingin kau pergi
tiap dia membujukku untuk membuangmu

Gione masih tak paham
Gione masih duduk dan tiduran

wanita itu membelai lembut kepalanya..

Gione mencium daging bakar,
sepertinya tak lebih dari seratus meter ke utara
GIone duduk,
mencueki wakita itu yang memanggilnya
Gione berlari dengan keempat kakinya
menyongsong daging bakar di ujung gang
daging yang membuat air liurnya menetes netes sepanjang jalan

kutu kutu

ga pakai gambar, ntar di laporin as SPAM!!

kutu 1
hwaa laparr!!

kutu 2
banget!!

kutu 1 dan kutu 2
ayo menggigit :D

tiba tiba sesuatu yang amat kimiawi dan wangi datang
macam air bah dan tsunami
kawin!!

Kutu 1 dan 2
hwaa busa mematikan datang..
dan merekapun mati..
dan apapula ini

Permen Warna Warni

http://pradananusantara.files.wordpress.com/2011/01/holding-hands.jpg



mau permen?
kataku kalem
dia melihat mataku
oh tidak berdegup lagi
dan
kencang yang menyebalkan

makasih...

dia tersenyum
aku senang

mau lagi?
yang ini warna kuning
warna semangat..
atau ...
warna merah muda?
ini warna kasih sayang

dia diam
menatap mataku tanpa ekspresi
waktu menjadi mengesalkan
tubuhku bereaksi aneh
pegal pegal diseluruh bagian
sepertinya aku tak salah makan
sepertinya aku makan dengan tangan tanpa kuman
makan tanpa lalat

matanya menatap tanganku yang terbuka..
ada permen kuning dan pink

pikiranku usul
balik badan dan lari sekencang panther
kakiku menolak
syarafku mati rasa tau, katanya pasrah

mulutku protes pada gigiku, tak dengan suaranya
hentikan menggigitku
maaf-kata gigiku pendek

kaki kananku menggaruk kaki kiri yang tak gatal,
hentikan saja
tak bisakah kalian diam sebentar?

dia tak menatap tanganku
tangannya kanannya bergerak
jemarinya menyentuk telapakku
mengambil permenku,
mengambil hatiku..

ini aneh
tanganku terasa ringan
tak ada beban permen yang menahan indera kulitku

hangat, tanganku hangat
aku membuka mata
mataku menangkap punggung tanganku
tak menemukan sela diantara jemariku lagi

Aku Mau Sepatu Kiriku!!



http://en.allexperts.com/q/Footwear-3605/2010/1/Urgent-Kenneth-Cole-shoe.htm

sepatuku hilang
tapi cuma satu
disebelah kiri

kiri kan buruk, biarkan saja
biarkan kiri hilang

lalu bagaimana jika kakiku kena batu?

kaki kiri kan?
sudah ku bilang kiri itu buruk

tapi aku mau kaki kiriku aman
aku mau sepatu lain
aku mau kaki kiriku bersepatu
hingga aku bisa berlari bebas
hingga aku berhenti karena lelah
hingga kamu tak nampak lagi olehku