It's not late.
Nobodys really late.
If everything has a reason, then, "late" is banned.
we need to do what we want to do.
if there is something, that we feel like it is the most wanted to do,
but we still look at another opinion, it means no, right?
we need to concern with this critical list.
accepting ourself, face what becomes our sadness
and make it clear, that all you need to do, is keep moving
stop nodding or rejecting, take it seriously
everythings undercontrol??
no!! you need to control it, and pray with your faith
but please, dont let your positive thought, make you blind and then run into a prickly bushes
Tampilkan postingan dengan label Gagasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gagasan. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Maret 2012
Senin, 06 Februari 2012
Kontemplasikah? atau .........
- -fajar yang saya temukan di puncak bromo-
Kebutuhan itu nggak ada habisnya. Nggak akan pernah selesai kamu menginginkan sesuatu, memimpikan, mengagankan, dunia takkan mampu memberikanmu kepuasan yang penuh.
Belakangan saya sangat memahami betul kata-kata ini. Selepas kuliah, karena sudah tidak terikat dengan rutinitas, saya mencari pelampiasan kesibukan. Manusia itu makhluk pekerja, makhluk yang kalau tak bergerak tak ada faedahnya. Saya mulai mencari banyak hal yang menurut saya patut saya pelajari dan pahami. Suatu hal yang saya kurang paham dan memalukan kalau sampai tidak paham. Seperti biasa, internet menjadi andalan saya.
Topik pertama yang saya pilih adalah agama. Saya muslim, tapi saya merasa dangkal sekali mempelajarinya. Malah cenderung tidak berkelanjutan. Berikrarlah saya, saya kudu bisa jadi islam yg baik, saya mau anak saya (calon anak) bisa tumbuh dengan islam yang hangat, yang bener, yang menyenangkan yang menentramkan, yang membuat dia bangga telah beragama islam, namun tetap menghargai agama dan kepercayaan yang lain. Saya mulai rutin mengaji setelah solat 5 waktu dan menghafalkan beberapa doa doa. Mulai rajin dan berusaha membuat solat sunnah saya rutin. Sambil berdoa semoga bisa jadi istri yang solehah yang bisa memelihara keluarga dan suami saya sayang banget sama saya.hahhaha.
Saya belajar macem-macem, bahasa inggris, mandarin, jepang. Lewat youtube segalanya menjadi mungkin. banyak sekali manusia-manusia baik diluar sana, merangkum dan mencontohkan pelafalan sehingga mudah untuk saya tirukan dan hafalkan. manis. Betapa manusia bisa saling berinteraksi dan menghabiskan waktu bersama walau terkendala bahasa. Betapa kendala malah menjadi penyemangat yang kekuatannya berapi-api. Saya bersyukur dan memuji tuhan, terimakasih memberi kesempatan untuk menikmati gairah yang menggelora ini.
Pohon, kayu, daun, rerumputan, awan bergeser, angin, kicauan burung, air bening yang mengalir bergemericik lewat akar-akar pepohononan, subhanallah. Panorama alam selalu berhasil menghentikan waktu saya, untuk sekadar terdiam dan menikmati keelokannnya. mereka selalu menakjubkan saya, mengejutkan saya tentang betapa berpengaruhnya mereka terhadap batin saya. Secara tak bisa dipahami, untuk sekedar menyaksikan gunung dan bukit berbaris dengan posisi yang berseberangan dengan gradasi biru dan hijau yang kalem, diselimuti awan yang berserabut-serabut dan menggumpal dibeberapa sudut, sambil menyaksikan konser serangga dan burung burung hutan membuat hati saya adem dan entah mengapa sejenak ingin menangis. Sedikit berlebihan mungkin, tapi dada saya sesak oleh perasaan bunggah, tentram dan bahagia.
Dahulu, saya sempat memiliki mimpi, untuk berkeliling dan menikmati semua keindahan alam indonesia, tiap jengkalnya. Saya browsing lokasi dan situs backpacker, berkenalan dengan orang - orang menakjubkan, menjalin perkawanan hangat dan beberapakali berpetualang bersama. Hingga sekarang pun, saya masih berkontak dengan beberapa kawan instan ini, berkawan dengan mereka selalu berhasil menaikkan semangat saya. Mereka orang2 yang bersemangat dan berfikiran positif, namun rendah hati dan ringan tangan tanpa melihat siapa yang dibantu dan bagaimana mereka bisa mendapatkan balasan, sesuatu yang jarang saya temui dikebanyakan orang.
Saat itu gejolak masa muda saya sedang pasang. Rasanya tiap hari saya bersemangat dan mengebu2 ingin melakukan perjalanan kesini dan kesana. Tapi Allah berkata lain, Dia mengatakan tidak, lewat berbagai cara dan jalan. Saya letih dan berputus asa. Usaha saya mendapatkan pekerjaan juga tak mendapat gayung bersambut. Ketentraman dirumah juga tak saya dapatkan, terlalu jauh dan lama hidup dengan orang tua membuat semacam culture shock yg cukup berat.
Proses tidak akan pernah sia sia. Waktu takkan pernah kembali. Pengalaman selalu memberikan pelajaran berharga. lewat pertengkaran pertengkaran itu, saya tersadarkan betapa saya sangat menyayangi mereka, betapa mereka memikirkan dan peduli dengan saya. dan betapa kurang bersyukurnya saya selama ini. Menginginkan ini dan itu, tanpa memikirkan apa yang diinginkan oleh orang yang sangat menyayangi saya semenjak saya belum lahir di dunia. Betapa mereka kini semakin rapuh dan butuh saya untuk menguatkan mereka. Betapa mereka butuh dukungan saya, dan betapa saya ingin dan memohon untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka. bagaimana saya bisa luput melihat emas dan berlian di depan mata saya dan malah iri dengan rumput yang lebih hijau dan belum pernah saya jajaki sebelumnya. Saya sempat benar benar berlebihan mencintai alam hingga lupa saya tak hidup untuk itu. Saya hidup dan aman hingga sekarang adalah karena mereka, dan bodohnya setelah sekian lama saya baru paham, semoga saya satu2nya manusia bodoh di sini.
Beberapa perjalanan saya lakukan, mengikuti tes kerja, mengunjungi nenek di kampung, mengajar anak anak SMP dan SD, saya menemukan dan mendapatkan sesuatu yang sepertinya lebih berharga. Kasih sayang dan doa dari orang orang terkasih. Saya menikmati kebahagiaan yang melimpah ketika membuatkan soal2 untuk anak2 ajar, menikmati pelukan hangat dari nenek saya yang sudah lanjut, menikmati indahnya sang surya bercengkrama dengan awan awan pada sore hari lewat jendela bus, tangga di kos atau di pinggir jalanan kota besar. terasa sangat menyenangkan. Walau berbeda jauh dari apa yang saya inginkan dulu, masuk hutan dengan perlengkapan camping dan makanan seadanya, Jauh dari kebisingan kota, asap knalpot yang menyerupa kabut, sepi, hanya saya dan beberapa dari saya, menikmati bintang yang berkelap kelip penuh, alam yang sunyi dan magis.
Sepertinya masih akan menjadi mimpi saya, walau saya sudah tak seberlebihan dahulu. Lewat saya berpijak sekarang, sudah banyak sekali yang bisa dinikmati. Banyak sekali yang bisa membuat saya tersenyum dan menangis haru.
Kupu kupu yang cantik sekali, lukisan alami awan yang berubah-ubah dan menakjubkan, warna warna manis sawah di pinggiran kota, pohon besar dan tua di pinggiran kota, ya, saya cukup dengan semua ini, dengan semua sayang yang ada disekitar saya dihadirkan oleh tuhan saya, lewat cara dan jalanNya. Astaga, banyak sekali, terimakasih Allah, Alhamdulillahirrobil alamin-segala puji akan selalu teralamatkan padamu..
Fajar, semoga ini Fajar untuk saya :)
Kebutuhan itu nggak ada habisnya. Nggak akan pernah selesai kamu menginginkan sesuatu, memimpikan, mengagankan, dunia takkan mampu memberikanmu kepuasan yang penuh.
Belakangan saya sangat memahami betul kata-kata ini. Selepas kuliah, karena sudah tidak terikat dengan rutinitas, saya mencari pelampiasan kesibukan. Manusia itu makhluk pekerja, makhluk yang kalau tak bergerak tak ada faedahnya. Saya mulai mencari banyak hal yang menurut saya patut saya pelajari dan pahami. Suatu hal yang saya kurang paham dan memalukan kalau sampai tidak paham. Seperti biasa, internet menjadi andalan saya.
Topik pertama yang saya pilih adalah agama. Saya muslim, tapi saya merasa dangkal sekali mempelajarinya. Malah cenderung tidak berkelanjutan. Berikrarlah saya, saya kudu bisa jadi islam yg baik, saya mau anak saya (calon anak) bisa tumbuh dengan islam yang hangat, yang bener, yang menyenangkan yang menentramkan, yang membuat dia bangga telah beragama islam, namun tetap menghargai agama dan kepercayaan yang lain. Saya mulai rutin mengaji setelah solat 5 waktu dan menghafalkan beberapa doa doa. Mulai rajin dan berusaha membuat solat sunnah saya rutin. Sambil berdoa semoga bisa jadi istri yang solehah yang bisa memelihara keluarga dan suami saya sayang banget sama saya.hahhaha.
Saya belajar macem-macem, bahasa inggris, mandarin, jepang. Lewat youtube segalanya menjadi mungkin. banyak sekali manusia-manusia baik diluar sana, merangkum dan mencontohkan pelafalan sehingga mudah untuk saya tirukan dan hafalkan. manis. Betapa manusia bisa saling berinteraksi dan menghabiskan waktu bersama walau terkendala bahasa. Betapa kendala malah menjadi penyemangat yang kekuatannya berapi-api. Saya bersyukur dan memuji tuhan, terimakasih memberi kesempatan untuk menikmati gairah yang menggelora ini.
Pohon, kayu, daun, rerumputan, awan bergeser, angin, kicauan burung, air bening yang mengalir bergemericik lewat akar-akar pepohononan, subhanallah. Panorama alam selalu berhasil menghentikan waktu saya, untuk sekadar terdiam dan menikmati keelokannnya. mereka selalu menakjubkan saya, mengejutkan saya tentang betapa berpengaruhnya mereka terhadap batin saya. Secara tak bisa dipahami, untuk sekedar menyaksikan gunung dan bukit berbaris dengan posisi yang berseberangan dengan gradasi biru dan hijau yang kalem, diselimuti awan yang berserabut-serabut dan menggumpal dibeberapa sudut, sambil menyaksikan konser serangga dan burung burung hutan membuat hati saya adem dan entah mengapa sejenak ingin menangis. Sedikit berlebihan mungkin, tapi dada saya sesak oleh perasaan bunggah, tentram dan bahagia.
Dahulu, saya sempat memiliki mimpi, untuk berkeliling dan menikmati semua keindahan alam indonesia, tiap jengkalnya. Saya browsing lokasi dan situs backpacker, berkenalan dengan orang - orang menakjubkan, menjalin perkawanan hangat dan beberapakali berpetualang bersama. Hingga sekarang pun, saya masih berkontak dengan beberapa kawan instan ini, berkawan dengan mereka selalu berhasil menaikkan semangat saya. Mereka orang2 yang bersemangat dan berfikiran positif, namun rendah hati dan ringan tangan tanpa melihat siapa yang dibantu dan bagaimana mereka bisa mendapatkan balasan, sesuatu yang jarang saya temui dikebanyakan orang.
Saat itu gejolak masa muda saya sedang pasang. Rasanya tiap hari saya bersemangat dan mengebu2 ingin melakukan perjalanan kesini dan kesana. Tapi Allah berkata lain, Dia mengatakan tidak, lewat berbagai cara dan jalan. Saya letih dan berputus asa. Usaha saya mendapatkan pekerjaan juga tak mendapat gayung bersambut. Ketentraman dirumah juga tak saya dapatkan, terlalu jauh dan lama hidup dengan orang tua membuat semacam culture shock yg cukup berat.
Proses tidak akan pernah sia sia. Waktu takkan pernah kembali. Pengalaman selalu memberikan pelajaran berharga. lewat pertengkaran pertengkaran itu, saya tersadarkan betapa saya sangat menyayangi mereka, betapa mereka memikirkan dan peduli dengan saya. dan betapa kurang bersyukurnya saya selama ini. Menginginkan ini dan itu, tanpa memikirkan apa yang diinginkan oleh orang yang sangat menyayangi saya semenjak saya belum lahir di dunia. Betapa mereka kini semakin rapuh dan butuh saya untuk menguatkan mereka. Betapa mereka butuh dukungan saya, dan betapa saya ingin dan memohon untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka. bagaimana saya bisa luput melihat emas dan berlian di depan mata saya dan malah iri dengan rumput yang lebih hijau dan belum pernah saya jajaki sebelumnya. Saya sempat benar benar berlebihan mencintai alam hingga lupa saya tak hidup untuk itu. Saya hidup dan aman hingga sekarang adalah karena mereka, dan bodohnya setelah sekian lama saya baru paham, semoga saya satu2nya manusia bodoh di sini.
Beberapa perjalanan saya lakukan, mengikuti tes kerja, mengunjungi nenek di kampung, mengajar anak anak SMP dan SD, saya menemukan dan mendapatkan sesuatu yang sepertinya lebih berharga. Kasih sayang dan doa dari orang orang terkasih. Saya menikmati kebahagiaan yang melimpah ketika membuatkan soal2 untuk anak2 ajar, menikmati pelukan hangat dari nenek saya yang sudah lanjut, menikmati indahnya sang surya bercengkrama dengan awan awan pada sore hari lewat jendela bus, tangga di kos atau di pinggir jalanan kota besar. terasa sangat menyenangkan. Walau berbeda jauh dari apa yang saya inginkan dulu, masuk hutan dengan perlengkapan camping dan makanan seadanya, Jauh dari kebisingan kota, asap knalpot yang menyerupa kabut, sepi, hanya saya dan beberapa dari saya, menikmati bintang yang berkelap kelip penuh, alam yang sunyi dan magis.
Sepertinya masih akan menjadi mimpi saya, walau saya sudah tak seberlebihan dahulu. Lewat saya berpijak sekarang, sudah banyak sekali yang bisa dinikmati. Banyak sekali yang bisa membuat saya tersenyum dan menangis haru.
Kupu kupu yang cantik sekali, lukisan alami awan yang berubah-ubah dan menakjubkan, warna warna manis sawah di pinggiran kota, pohon besar dan tua di pinggiran kota, ya, saya cukup dengan semua ini, dengan semua sayang yang ada disekitar saya dihadirkan oleh tuhan saya, lewat cara dan jalanNya. Astaga, banyak sekali, terimakasih Allah, Alhamdulillahirrobil alamin-segala puji akan selalu teralamatkan padamu..
Fajar, semoga ini Fajar untuk saya :)
Minggu, 01 Januari 2012
Hi...........
Actually, I just wanna say hello to you all, thanks for your caring, if you do it. :) if not, its okay, nothing to lose, is it?
teretett!!! And I'm doing well, not like the latest time, like August,September until middle of October, I've got a bad time, my emotional climbed, and there was nothing to do. I'm tired in my empty hour (jobless). Still now, I remember how sad I was.
But now, thanks god, Praise Allah SWT!
I've get my spirit back,:D there is some activity and I've got a really quality time. I teach English for Junior High School for 2 weeks. Its really give me interesting experience, at the same time, such a valuable activity,..I've got.
And now, I teach English for elementary school, same time, like for 2 week, until 6 January. I hope i never get a jobless time again, because its so bad for my mental n psychology,its happy when we got spare time, but not a jobless time. help me Allah.. Bismillah...:D ALhamdulillah...
I think teach become our responsible together, not only for a Job. To teach become a responsible to every person who knows. I mean like A sales man to consumer, An Old people to young people, even young people to old people. BEcause learning is something that cant get enough. I love teaching and learning. and i have a dreams about that, emm please pray for me :) to get my highest dreams, about learning and teaching for others, because I'm sure we have a same dreams. I believe. :)
teretett!!! And I'm doing well, not like the latest time, like August,September until middle of October, I've got a bad time, my emotional climbed, and there was nothing to do. I'm tired in my empty hour (jobless). Still now, I remember how sad I was.
But now, thanks god, Praise Allah SWT!
I've get my spirit back,:D there is some activity and I've got a really quality time. I teach English for Junior High School for 2 weeks. Its really give me interesting experience, at the same time, such a valuable activity,..I've got.
And now, I teach English for elementary school, same time, like for 2 week, until 6 January. I hope i never get a jobless time again, because its so bad for my mental n psychology,its happy when we got spare time, but not a jobless time. help me Allah.. Bismillah...:D ALhamdulillah...
I think teach become our responsible together, not only for a Job. To teach become a responsible to every person who knows. I mean like A sales man to consumer, An Old people to young people, even young people to old people. BEcause learning is something that cant get enough. I love teaching and learning. and i have a dreams about that, emm please pray for me :) to get my highest dreams, about learning and teaching for others, because I'm sure we have a same dreams. I believe. :)
Senin, 27 Juni 2011
Luruskan Punggungmu, Tegakkan Kepalamu
Semangat.
Menyenangkan sekali ketika kita sedang bercumbu dengan semangat kita. Rasanya semua mimpi-mimpi itu ada di hadapan kita. Dan Semesta alam lebih berwarna, adorable, magnificent.
Saya adalah mahasiwa H+7 yang akhirnya lulus dan meraih gelar sarjana. Rasanya hampir tidak percaya ketika seorang kawan menyematkan SE., dibelakang nama saya. Am i that high? Huhh.. what a big responsible i have. Skala kepedean sempat naik! saya bernilai! saya memiliki mimpi yang tinggi! dan well rasanya seperti memiliki tangan yang lebar sekali, kaki yang dapat berlari secepat macan dan kasih yang cukup untuk membuncahkan pada dada mereka yang kekurangan.
Dan seketika rasa itu hampa, apakah saya akan benar-benar mampu untuk mewujudkan semuanya? Atau hanya akan menjadi loser dalam setiap mimpiku? Hehe. Tentu saja saya akan berusaha belajar. I’m a learner guys!! And i always be.. and i’m gonna make it happen. :)
All those days wathcing from a window
All those years outside looking in
All that time, never even knowing
Just.. how blind i’ve been
Now i’m here, blinking in a starlight
Now i’m here, suddenly i see
Standing here.. It’s all so clear i where i meant to be
And at last i see the light
Its like the fog has lifted
And at last i see the light
And its like the sky is new
And its warm and real and bright
And the worlds has somehow shifted
I see the light-Tangled
Lirik ini terngiang-ngiang terus dalam benak saya. Saya harus menyanyikan ini. Pada saat yang tepat. Ketika mimpi itu ada di tangan saya. No matter what would happen.. saya harus kuat, kuat sampai ke finish, menjumpai keluarga saya dan menggenggam mimpi saya. Bahwa hasil akan selalu ada ketika sebuah proses diupayakan. Allah pun akan memberikan jalan untuk hambanya yang berusaha, dan menjanjikan limpahan kebahagiaan. Amin..
I’m just out to find the better part of me..
I’m more than a bird, more than a plane..
I’m more than some prety face beside a train
Its not easy to be me
Wish that i could cry fall upon my knees
Find a way to lay, ‘bout a home i never seen
Even heroes have the right to bleed
But wont you concede even heroes have the right to dream
Five for Fighting-Superman
Lagu ini kenal dari seorang teman yang inspiratif sekali blognya.weww, blognya lucu, saya suka, ada musik2nya, trus sekali tampil bisa muncul banyak hal. kecil2 dan sekotak2 gitu. pake Scrib tapi dia.
ahh out from the topic..then back..
Besides...Lucky me and praise lord! I have some friends doing their job perfectly..
They hug me when i’m down. They give me, my wings when i broke my foot. They love me and i love them to. we all ayways support each others. we love beeing together dengan cara yang berbeda2 pengungkapannya.
Tersenyumlah, walau pahit sekali hidupmu. Sedih dan putus asa tak memberikan apapun kecuali hati yang lemah dan cidera. Tersenyumlah, dan beri batinmu kekuatan untuk kembali bangkit dan menyelesaikan pertandingan ini.
Guys.. i miss when we were four. Ladies dont ya? With a really different character, but we are completely doing good huh? I miss our nights, our screams in singing, our sharing and that huge jake hug stuff... :*
Menyenangkan sekali ketika kita sedang bercumbu dengan semangat kita. Rasanya semua mimpi-mimpi itu ada di hadapan kita. Dan Semesta alam lebih berwarna, adorable, magnificent.
Saya adalah mahasiwa H+7 yang akhirnya lulus dan meraih gelar sarjana. Rasanya hampir tidak percaya ketika seorang kawan menyematkan SE., dibelakang nama saya. Am i that high? Huhh.. what a big responsible i have. Skala kepedean sempat naik! saya bernilai! saya memiliki mimpi yang tinggi! dan well rasanya seperti memiliki tangan yang lebar sekali, kaki yang dapat berlari secepat macan dan kasih yang cukup untuk membuncahkan pada dada mereka yang kekurangan.
Dan seketika rasa itu hampa, apakah saya akan benar-benar mampu untuk mewujudkan semuanya? Atau hanya akan menjadi loser dalam setiap mimpiku? Hehe. Tentu saja saya akan berusaha belajar. I’m a learner guys!! And i always be.. and i’m gonna make it happen. :)
All those days wathcing from a window
All those years outside looking in
All that time, never even knowing
Just.. how blind i’ve been
Now i’m here, blinking in a starlight
Now i’m here, suddenly i see
Standing here.. It’s all so clear i where i meant to be
And at last i see the light
Its like the fog has lifted
And at last i see the light
And its like the sky is new
And its warm and real and bright
And the worlds has somehow shifted
I see the light-Tangled
Lirik ini terngiang-ngiang terus dalam benak saya. Saya harus menyanyikan ini. Pada saat yang tepat. Ketika mimpi itu ada di tangan saya. No matter what would happen.. saya harus kuat, kuat sampai ke finish, menjumpai keluarga saya dan menggenggam mimpi saya. Bahwa hasil akan selalu ada ketika sebuah proses diupayakan. Allah pun akan memberikan jalan untuk hambanya yang berusaha, dan menjanjikan limpahan kebahagiaan. Amin..
I’m just out to find the better part of me..
I’m more than a bird, more than a plane..
I’m more than some prety face beside a train
Its not easy to be me
Wish that i could cry fall upon my knees
Find a way to lay, ‘bout a home i never seen
Even heroes have the right to bleed
But wont you concede even heroes have the right to dream
Five for Fighting-Superman
Lagu ini kenal dari seorang teman yang inspiratif sekali blognya.weww, blognya lucu, saya suka, ada musik2nya, trus sekali tampil bisa muncul banyak hal. kecil2 dan sekotak2 gitu. pake Scrib tapi dia.
ahh out from the topic..then back..
Besides...Lucky me and praise lord! I have some friends doing their job perfectly..
They hug me when i’m down. They give me, my wings when i broke my foot. They love me and i love them to. we all ayways support each others. we love beeing together dengan cara yang berbeda2 pengungkapannya.
Tersenyumlah, walau pahit sekali hidupmu. Sedih dan putus asa tak memberikan apapun kecuali hati yang lemah dan cidera. Tersenyumlah, dan beri batinmu kekuatan untuk kembali bangkit dan menyelesaikan pertandingan ini.
Guys.. i miss when we were four. Ladies dont ya? With a really different character, but we are completely doing good huh? I miss our nights, our screams in singing, our sharing and that huge jake hug stuff... :*
Minggu, 26 Juni 2011
Perihal judul blog...

http://www.fotolia.com/id/8487225
Ini kesekian kalinya saya mengganti judul blog. O.O,
sepertinya saya agak tidak nyaman dengan beberapa judul blog saya sebelumnya.
Blog saya pertama kali berjudul
1. UnexpectedWonderfulEarth
Oh tidak.... menurut saya ini kekanakan sekali. Entahlah.. kata “unexpected” dan “wonderful” seems like teenage words, ahhaha. Disamping itu juga terlalu panjang. Ide awal judul ini adalah saya ingin menyumbang gagasan bahwa banyak sekali kejadian di dunia yang tidak dapat diperkirakan tapi ternyata cukup menakjubkan. Dan anehnya semua itu memberikan sebuah nilai/ pelajaran berharga untuk kita semua, sepahit dan sebiadap apapun itu, selalu ada maknanya. Dan itulah yang ingin saya utarakan. Tapi berhubung mood saya buruk ketika melihat judul ini, saya putuskan untuk menggantinya saja. Anyway, ini nama kedua saya.
2. a Big Question Mark
Idenya adalah bahwa dunia ini dipenuhi oleh pertanyaan pertanyaan yang tak pernah tuntas terjawab. Terutama di benak saya yang suka ngelantur kemana-mana. Saya memang bukan ahli fisika, sosial, ekonomi, lingkungan apalagi politik dll, tapi saya suka usil nannya macem-macam. baca macem-macem. Suka sok kritis dan punya saran solutif. Tapi saya suka ini, ini adalah bagian pembelajaran untuk saya. Kalau saya tak sok tahu, mungkin saya semakin datar dan sepah. Mwahahahhaha XD. Tapi lagi-lagi, sejak saya bikin judul ini, sebenarnya saya yakin tak akan bertahan lama, soalnya saya juga kurang mantap, tapi berhubung saya sudah malas dengan judul ke satu, dan saya lagi mentok ide, resmilah judul ini bertengger selama beberapa minggu.
3. I’m Learnig
Last but not least!! Saya memutar jemari dan ketik ketik ngawur. Sambil texting dan ngerjain skripsi, tiba-tiba tercetus. Hei!! I’m learning!!! Saya mengidamkan judul blog yang nggak bikin saya down dan termotivasi. Sepertinya yang ini pas dan muat. Nggak kepanjangan.. dan terlebih, sepertinya bisa membantu saya termotivasi untuk tetap bermimpi. saya punya mimpi yang terlalu banyak, ingat tabung mimpi yang saya tulis sebelumnya kan? Hhahaha..
Okeii.... have a good work new title!! *cium... xD
Jumat, 24 Juni 2011
Kemewahan dan Idealisme
Hmm, saya pernah dengar “kemewahan terakhir yang dimiliki mahasiswa adalah idealisme”. Kemewahan... kemewahan menurut saya adalah daya/ kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak dan memiliki sebuah nilai yang dipandang tinggi oleh pihak tersebut.
Idealisme adalah suatu sudut pandang yang dimiliki manusia untuk memandang suatu isu/ permasalahan dari tatanan idealnya. Tanpa kepentingan individual, emosi, dan keputusasaan. Idealisme adalah titik dimana semua pihak mendapatkan posisi yang nyaman.
Mahasiswa memiliki fungsi yang saya kurang tahu bagaimana sejarah perumusannya. Tapi, sepertinya tak banyak mahasiswa yang berkelakuan seperti fungsinya. Fungsi yang mengatur tanggung jawabnya, yang terbengkalai. Akhirnya tak dapat digugat siapa yang meleng, karena ya itu tadi tak ada penggagas jelas yang menjaga mahasiswa untuk berada di relnya. Beberapa pihak mahasiswa yang sadar tanggung jawab melakukan gerakan bawah tanah dan terang-terangan, namun hasilnya juga pandangan sebelah mata dan hujanan pesimisme. Beberapa mahasiswa yang lebih tahu malah memanfaatkan ke-tahu-annya dan menyerahkan kebebasannya pada materi.
Sampailah saya pada suatu penyimpulan. Fungsi dari idealisme adalah untuk mengetahui titik kompromis dan kemudian memanfaatkannya untuk menelikung dan memberi pencitraan yang dibutuhkan demi sebuah kepentingan yang emosional. Untuk saat ini dan saya sekarang merasa sendirian.
“oh tuhan, saya memilih untuk tidak mengerti kali ini, semua pengetahuan ini membuatku takut”
Idealisme adalah suatu sudut pandang yang dimiliki manusia untuk memandang suatu isu/ permasalahan dari tatanan idealnya. Tanpa kepentingan individual, emosi, dan keputusasaan. Idealisme adalah titik dimana semua pihak mendapatkan posisi yang nyaman.
Mahasiswa memiliki fungsi yang saya kurang tahu bagaimana sejarah perumusannya. Tapi, sepertinya tak banyak mahasiswa yang berkelakuan seperti fungsinya. Fungsi yang mengatur tanggung jawabnya, yang terbengkalai. Akhirnya tak dapat digugat siapa yang meleng, karena ya itu tadi tak ada penggagas jelas yang menjaga mahasiswa untuk berada di relnya. Beberapa pihak mahasiswa yang sadar tanggung jawab melakukan gerakan bawah tanah dan terang-terangan, namun hasilnya juga pandangan sebelah mata dan hujanan pesimisme. Beberapa mahasiswa yang lebih tahu malah memanfaatkan ke-tahu-annya dan menyerahkan kebebasannya pada materi.
Sampailah saya pada suatu penyimpulan. Fungsi dari idealisme adalah untuk mengetahui titik kompromis dan kemudian memanfaatkannya untuk menelikung dan memberi pencitraan yang dibutuhkan demi sebuah kepentingan yang emosional. Untuk saat ini dan saya sekarang merasa sendirian.
“oh tuhan, saya memilih untuk tidak mengerti kali ini, semua pengetahuan ini membuatku takut”
Sabtu, 21 Mei 2011
Anyone?
Well, saya tidak tahu harus mulai dari mana.
Sebenarnya duduk permasalahannya adalah saya mulai tak memahami diri saya, dalam kurung LAGI. Saya sering sekali dan cepat memiliki keinginan/ yang biasa saya sebut mimpi saya. Banyak lah, saya pingin jadi guru anak-anak SD, saya pingin naik gunung, nyelam sama ikan hiu, pari, ikan terumbu, pingin bikin Kamar Baca yang kasih ilmu gratis, bikin perkebunan Hidroponik yang Organik dan ramah lingkungan, dan masih banyak lagi. Pokoknya terlalu banyak sekali.
Tapi beberapa orang dekat bertanya, “kamu nggak kepingin cari cowok?”. Ini adalah pertanyaan yang sangat sensitif. Tentu saja saya menginginkan. Tak mungkin lah tidak. Apalagi menikah adalah urusan menyempurnakan agama, dalam lingkup ilmu agama yang saya anut. Masalahnya, saya tak tahu waktunya. Saya tak tahu bagaimana caranya. Bagaimana prosesnya. How come? Saya sedang asik-asiknya mengerjakan ini dan itu. Main ke sana dan ke sini. Belajar ini dan itu. Umpamanya mungkin seperti anak kecil yang baru nyadar banyak sekali hal menarik yang bisa dilakukan. Games baru lah, dan macam-macam jenisnya, ada yang petualangan, rutinitas, atau sekadar tindakan repetitif. Tentu saja anak kecil itu akan asik dengan gamesnya kan?
Oh God, please save me!
Saya cuman kepingin tumpah, jadi maaf kalo ada tulisan curhat seperti ini di blog saya, and maybe you just dont mind!.
Tapi saya juga tidak bisa menjaga fokus saya untuk tetap belajar apa yang saya inginkan dan melakukan usaha untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi saya. Beberapa saat fokus saya bisa teralih dan.....Terkadang, saya merasa, “Duh, dimana sih kamu? Kamunya udah muncul aku belon nyadar, apa kamunya yang belon nyadar aku di depanmu?” YA, benar, terkadang saya geregetan dan penasaran dimana Si Mas saya ini.
Sepertinya ini tulisan paling gag jelas. Uwawawawa :’S
Emm... saya bingung. Hahaha. Sepertinya saya memang belum siap menjalin hubungan. Errrgghh...,, yasudah saya main-main dan belajar dulu saja. Semoga gak salah pilihan. :S
Tapi terkadang, saya risih dengan sikap beberapa orang yang memaksa saya untuk mencari. Allah saja bilang, menikahlah jika kau sudah merasa siap dan yakin. Kenapa kamu sok tahu.. hei, saya g marah kok, cuma risih saja.
Anyway... Chaoo........ ;D
Sebenarnya duduk permasalahannya adalah saya mulai tak memahami diri saya, dalam kurung LAGI. Saya sering sekali dan cepat memiliki keinginan/ yang biasa saya sebut mimpi saya. Banyak lah, saya pingin jadi guru anak-anak SD, saya pingin naik gunung, nyelam sama ikan hiu, pari, ikan terumbu, pingin bikin Kamar Baca yang kasih ilmu gratis, bikin perkebunan Hidroponik yang Organik dan ramah lingkungan, dan masih banyak lagi. Pokoknya terlalu banyak sekali.
Tapi beberapa orang dekat bertanya, “kamu nggak kepingin cari cowok?”. Ini adalah pertanyaan yang sangat sensitif. Tentu saja saya menginginkan. Tak mungkin lah tidak. Apalagi menikah adalah urusan menyempurnakan agama, dalam lingkup ilmu agama yang saya anut. Masalahnya, saya tak tahu waktunya. Saya tak tahu bagaimana caranya. Bagaimana prosesnya. How come? Saya sedang asik-asiknya mengerjakan ini dan itu. Main ke sana dan ke sini. Belajar ini dan itu. Umpamanya mungkin seperti anak kecil yang baru nyadar banyak sekali hal menarik yang bisa dilakukan. Games baru lah, dan macam-macam jenisnya, ada yang petualangan, rutinitas, atau sekadar tindakan repetitif. Tentu saja anak kecil itu akan asik dengan gamesnya kan?
Oh God, please save me!
Saya cuman kepingin tumpah, jadi maaf kalo ada tulisan curhat seperti ini di blog saya, and maybe you just dont mind!.
Tapi saya juga tidak bisa menjaga fokus saya untuk tetap belajar apa yang saya inginkan dan melakukan usaha untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi saya. Beberapa saat fokus saya bisa teralih dan.....Terkadang, saya merasa, “Duh, dimana sih kamu? Kamunya udah muncul aku belon nyadar, apa kamunya yang belon nyadar aku di depanmu?” YA, benar, terkadang saya geregetan dan penasaran dimana Si Mas saya ini.
Sepertinya ini tulisan paling gag jelas. Uwawawawa :’S
Emm... saya bingung. Hahaha. Sepertinya saya memang belum siap menjalin hubungan. Errrgghh...,, yasudah saya main-main dan belajar dulu saja. Semoga gak salah pilihan. :S
Tapi terkadang, saya risih dengan sikap beberapa orang yang memaksa saya untuk mencari. Allah saja bilang, menikahlah jika kau sudah merasa siap dan yakin. Kenapa kamu sok tahu.. hei, saya g marah kok, cuma risih saja.
Anyway... Chaoo........ ;D
Senin, 02 Mei 2011
Menanti Pelangi Menjejak Bumi
Aku melihat disini, didalam kelompok besar manusia ini. Kami membutuhkan listrik, air bersih dan bahan bakar fossil. Kemudian aku melihat disana, sekumpulan hewan mati, tanah mengering dan beberapa hutan kebakaran. Aku juga mengingat beberapa pernyataan klasik. “Dalam hidup berlaku hukum rimba, yang kuat akan selalu mengalahkan yang lemah.”
Manusia jelas menurutku adalah makhluk yang sangat kuat. Mungkin memang manusia tak mampu berlari sekencang panther, atau seberat dan sebesar gajah atau paus punggung bengkok. Manusia juga tak semenawan kelinci persia yang melompat, tak bernyanyi seindah burung pipit, tak menari seanggun singa laut dan lumba-lumba yang berdansa dilautan, dan tak secantik ikan terumbu yang berwarna-warni yang entah bagaimana bisa semenakjubkan itu.
Tapi, manusia memiliki akal. Akal yang sampai saat ini sangat menakjubkan sekaligus memuakkan. Akal yang ini, mampu mendandani mereka dengan kebohongan-kebohongan yang semakin besar dan memuakkan. Akal ini juga membuat mereka dengan mudah mengelabui atau menjatuhkan sesama manusia yang lain, lewat belakang punggungnya. Dan ya, saya salah satu dari manusia yang masih hidup dan bernafas. Dan ya, saya juga sedikit banyak menikmati kebohongan-kebohongan ini.
Ketika isu global warming santer, kutub selatan meleleh besar-besaran, beberapa beruang laut kehilangan rumahnya. Manusia sedang menikmati dinginnya air conditioner, dan megahnya rumah mereka dan sumber daya yang melimpah disekeliling mereka. Bagaimana mereka bisa paham dengan pemanasan global? Ketika manusia lainya mengatakan tentang krisis air bersih yang mengancam, manusia yang “lebih kuat” akalnya membangun bendungan yang menampung air miliaran kubik. Dan industri air minum dalam kemasan malah sedang subur-suburnya di pasaran. Hingga beberapa saat sepertinya isu krisis air bersih hanya seperti angin yang telah lalu. Tak perlu difikirkan.
Pada akhirnya “mahluk yang lebih kuat lah yang akan menang?” Menghalakan pikiran semacam ini berakar dikepalaku? Apa ini benar? Manusia sangat mampu membangun bendungan yang sangat kokoh dan tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan air dan listrik mereka yang sangat tinggi. Lalu bagaimana dengan ribuan hektar ekosistem hilir yang rusak karena air tak mengalir sampai ke hilir? Benarkah itu? Bolehkan manusia menganggukkan kepala? Karena manusia bisa hidup nyaman karena mereka memiliki akal, dan mahluk hidup lainnya yang memang tak memiliki akal halal untuk dikorbankan?
Mengapa aku malah berfikir bahwa akal itu buruk? Bukankah akal mestinya sesuatu yang bisa dibanggakan manusia. lalu apakah prestasi dengan dampak yang sedemikian besar ini boleh dibanggakan?
Apakah arti tanggung jawab? Bukankah mahluk yang memiliki pengetahuan lebih banyak bertanggung jawab terhadap mahluk lain yang lebih lemah? Atau mungkin barusan adalah kalimat ngelantur yang tidak penting.
Aku ingin sekali bersyukur menjadi manusia yang memiliki akal, tapi kenapa aku malah mengutuki manusia lain yang memiliki akal yang lebih tinggi dari akal ku. Aku memang tak mengerti seberapa membutuhkannya aku pada listrik, air bersih dan bahan bakar fossil. Seperti mereka yang berakal lebih menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Namun bisakah menghentikan kenyamanan ini sejenak, untuk menyadarkan bahwa kita memang tidak semelimpah itu. Kita sedang mencuri sesuatu dari mahluk hidup lain, dan mereka juga berhak atas itu.
Tuhan maha adil. Untuk semua mahluknya, lalu mengapa manusia tak belajar untuk adil? Bukankah tuhan telah menitipkan akal yang menakjubkan itu kepada manusia? dan sekali lagi. Doa tidak cukup. Aku terkadang sebal melihat akhir kalimat artikel dengan kalomat doa. Semoga ini, dan seoga itu. Butuh aksi konkrit yang melibatkan manusia dalam kuantitas yang sangat besar. Dan bahwa mengandalkan manusia lain tak akan pernah cukup. Andalkanlah diri sendiri. Setiap langkah besar selalu diawali dengan langkah kecil kan?
Bisakah manusia ini berfikir bahwa segala kenyamanan dan kemudahan yang mereka dapatkan berasal dari kematian ribuan mahluk hidup lainnya? Jutaan liter air dibendung untuk pembangkit listrik, menganak tirikan ribuan kehidupan dihilir. Ribuan pohon ditebang untuk ton – ton an kertas yang susah terurai yang merusak tanah dan kualitas kehidupan manusia dimasa mendatang.
Kalau jawaban dari beberapa manusia adalah “Konsekuensi lah itu nona..”. aku akan buang jawaban itu ke tempat sampah, yang sebelumnya akan ku bakar habis, hingga aku tak bisa menggunakan jawaban itu. Dan tentu saja aku akan mencari jawaban ku sendiri.
Manusia jelas menurutku adalah makhluk yang sangat kuat. Mungkin memang manusia tak mampu berlari sekencang panther, atau seberat dan sebesar gajah atau paus punggung bengkok. Manusia juga tak semenawan kelinci persia yang melompat, tak bernyanyi seindah burung pipit, tak menari seanggun singa laut dan lumba-lumba yang berdansa dilautan, dan tak secantik ikan terumbu yang berwarna-warni yang entah bagaimana bisa semenakjubkan itu.
Tapi, manusia memiliki akal. Akal yang sampai saat ini sangat menakjubkan sekaligus memuakkan. Akal yang ini, mampu mendandani mereka dengan kebohongan-kebohongan yang semakin besar dan memuakkan. Akal ini juga membuat mereka dengan mudah mengelabui atau menjatuhkan sesama manusia yang lain, lewat belakang punggungnya. Dan ya, saya salah satu dari manusia yang masih hidup dan bernafas. Dan ya, saya juga sedikit banyak menikmati kebohongan-kebohongan ini.
Ketika isu global warming santer, kutub selatan meleleh besar-besaran, beberapa beruang laut kehilangan rumahnya. Manusia sedang menikmati dinginnya air conditioner, dan megahnya rumah mereka dan sumber daya yang melimpah disekeliling mereka. Bagaimana mereka bisa paham dengan pemanasan global? Ketika manusia lainya mengatakan tentang krisis air bersih yang mengancam, manusia yang “lebih kuat” akalnya membangun bendungan yang menampung air miliaran kubik. Dan industri air minum dalam kemasan malah sedang subur-suburnya di pasaran. Hingga beberapa saat sepertinya isu krisis air bersih hanya seperti angin yang telah lalu. Tak perlu difikirkan.
Pada akhirnya “mahluk yang lebih kuat lah yang akan menang?” Menghalakan pikiran semacam ini berakar dikepalaku? Apa ini benar? Manusia sangat mampu membangun bendungan yang sangat kokoh dan tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan air dan listrik mereka yang sangat tinggi. Lalu bagaimana dengan ribuan hektar ekosistem hilir yang rusak karena air tak mengalir sampai ke hilir? Benarkah itu? Bolehkan manusia menganggukkan kepala? Karena manusia bisa hidup nyaman karena mereka memiliki akal, dan mahluk hidup lainnya yang memang tak memiliki akal halal untuk dikorbankan?
Mengapa aku malah berfikir bahwa akal itu buruk? Bukankah akal mestinya sesuatu yang bisa dibanggakan manusia. lalu apakah prestasi dengan dampak yang sedemikian besar ini boleh dibanggakan?
Apakah arti tanggung jawab? Bukankah mahluk yang memiliki pengetahuan lebih banyak bertanggung jawab terhadap mahluk lain yang lebih lemah? Atau mungkin barusan adalah kalimat ngelantur yang tidak penting.
Aku ingin sekali bersyukur menjadi manusia yang memiliki akal, tapi kenapa aku malah mengutuki manusia lain yang memiliki akal yang lebih tinggi dari akal ku. Aku memang tak mengerti seberapa membutuhkannya aku pada listrik, air bersih dan bahan bakar fossil. Seperti mereka yang berakal lebih menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Namun bisakah menghentikan kenyamanan ini sejenak, untuk menyadarkan bahwa kita memang tidak semelimpah itu. Kita sedang mencuri sesuatu dari mahluk hidup lain, dan mereka juga berhak atas itu.
Tuhan maha adil. Untuk semua mahluknya, lalu mengapa manusia tak belajar untuk adil? Bukankah tuhan telah menitipkan akal yang menakjubkan itu kepada manusia? dan sekali lagi. Doa tidak cukup. Aku terkadang sebal melihat akhir kalimat artikel dengan kalomat doa. Semoga ini, dan seoga itu. Butuh aksi konkrit yang melibatkan manusia dalam kuantitas yang sangat besar. Dan bahwa mengandalkan manusia lain tak akan pernah cukup. Andalkanlah diri sendiri. Setiap langkah besar selalu diawali dengan langkah kecil kan?
Bisakah manusia ini berfikir bahwa segala kenyamanan dan kemudahan yang mereka dapatkan berasal dari kematian ribuan mahluk hidup lainnya? Jutaan liter air dibendung untuk pembangkit listrik, menganak tirikan ribuan kehidupan dihilir. Ribuan pohon ditebang untuk ton – ton an kertas yang susah terurai yang merusak tanah dan kualitas kehidupan manusia dimasa mendatang.
Kalau jawaban dari beberapa manusia adalah “Konsekuensi lah itu nona..”. aku akan buang jawaban itu ke tempat sampah, yang sebelumnya akan ku bakar habis, hingga aku tak bisa menggunakan jawaban itu. Dan tentu saja aku akan mencari jawaban ku sendiri.
Minggu, 01 Mei 2011
Merpati Tersesat
Aku memilih ini bukan tanpa alasan. Bukan karena mereka dan yang lain. Bukan pula karena masalah yang kau khawatirkan. Salahkah aku yang ingin egois saat ini? Aku tahu kau berfikir bahwa aku melakukan kesalahan besar.
Aku seperti mengunci rapat pintu dan jendela, hingga tak ada yang melihat atau mendengar suaraku.
Kau tahu? Aku tahu aku salah dan aku tak boleh melakukan itu. Tapi, tahukah kau juga? Sempatkah kau berfikir bahwa aku kali ini sedikit membutuhkan itu. Pengasingan diri mungkin. Hanya sejenak.
Sejenak yang mungkin bisa jadi sangat berarti untukku. Sejenak yang mungkin sangat tidak rasional untuk mereka atau kalian. Berartikah sekarang? Ketika kau membaca ini? Atau kau melompati tiap tulisannya untuk mengerti tentangmu dalam pikir ku saja? Kau tak akan mendapatkan itu. Percayalah. Tidak ketika aku tak mengatakan untukmu secara langsung.
Dan untuk masalah ini sunguh aku tak mau minta maaf. Jangan menilaiku salah. Jangan berfikir aku meninggikan diriku lebih dari mu. Karena aku selalu berusaha memandang semua manusia dalam tinggi dan rendah yang sama.
Alasanku adalah aku menghargai kata maaf. Aku ingin memaknai kata itu dengan sebenar-benarnya. Memaknai bahwa kata itu sangat magis dan tulus. Kata indah itu, akan kukatakan disaat aku benar-benar membutuhkannya. Bukan sembarang kata yang bisa diobral.
Ya. Namun kau benar satu hal. Aku tak merasa salah kali ini. Tidak sampai aku membutuhkan kata itu. Tiap manusia memiliki alasannya. Benar dan salah memang abstrak, dan untuk menghindari kesalahpahaman membutuhkan kata maaf. Terkadang untuk sekadar menghibur, beberapa menggunakan kata maaf. Aku tak ingin melakukannya kepada kamu dan mereka yang lainnya.
Percaya. Saya butuh kepercayaan itu. Ini yang aku butuhkan. Untuk meminta kepada kalian aku bahkan rela menebus dengan apapun. Kepercayaan. Ini yang benar dan ingin aku dapatkan. Tak perlu meragukan apapun. Aku butuh ini untuk mendetakkan jantung kehidupanku. Pahamkah? Apakah masih susah? Mengertilah.. Buka lah sedikit egomu, percayalah, percayai aku. Ijinkan aku mengikuti kata hatiku, ijinkan aku melakukan apa yang aku yakini.
Aku seperti mengunci rapat pintu dan jendela, hingga tak ada yang melihat atau mendengar suaraku.
Kau tahu? Aku tahu aku salah dan aku tak boleh melakukan itu. Tapi, tahukah kau juga? Sempatkah kau berfikir bahwa aku kali ini sedikit membutuhkan itu. Pengasingan diri mungkin. Hanya sejenak.
Sejenak yang mungkin bisa jadi sangat berarti untukku. Sejenak yang mungkin sangat tidak rasional untuk mereka atau kalian. Berartikah sekarang? Ketika kau membaca ini? Atau kau melompati tiap tulisannya untuk mengerti tentangmu dalam pikir ku saja? Kau tak akan mendapatkan itu. Percayalah. Tidak ketika aku tak mengatakan untukmu secara langsung.
Dan untuk masalah ini sunguh aku tak mau minta maaf. Jangan menilaiku salah. Jangan berfikir aku meninggikan diriku lebih dari mu. Karena aku selalu berusaha memandang semua manusia dalam tinggi dan rendah yang sama.
Alasanku adalah aku menghargai kata maaf. Aku ingin memaknai kata itu dengan sebenar-benarnya. Memaknai bahwa kata itu sangat magis dan tulus. Kata indah itu, akan kukatakan disaat aku benar-benar membutuhkannya. Bukan sembarang kata yang bisa diobral.
Ya. Namun kau benar satu hal. Aku tak merasa salah kali ini. Tidak sampai aku membutuhkan kata itu. Tiap manusia memiliki alasannya. Benar dan salah memang abstrak, dan untuk menghindari kesalahpahaman membutuhkan kata maaf. Terkadang untuk sekadar menghibur, beberapa menggunakan kata maaf. Aku tak ingin melakukannya kepada kamu dan mereka yang lainnya.
Percaya. Saya butuh kepercayaan itu. Ini yang aku butuhkan. Untuk meminta kepada kalian aku bahkan rela menebus dengan apapun. Kepercayaan. Ini yang benar dan ingin aku dapatkan. Tak perlu meragukan apapun. Aku butuh ini untuk mendetakkan jantung kehidupanku. Pahamkah? Apakah masih susah? Mengertilah.. Buka lah sedikit egomu, percayalah, percayai aku. Ijinkan aku mengikuti kata hatiku, ijinkan aku melakukan apa yang aku yakini.
Senin, 04 April 2011
manusia manusia
Aku tertarik kepada manusia.
Manusia memiliki sifat yang kompleks dan rumit.
Tiap manusia memiliki kekhasannya masing masing.
Tak ada satu manusia yang sama dengan manusia yang lain tak ada satupun.
Aku tertarik
Sungguh makhluk yang tidak bisa dipahami
Makhluk dengan pikiran yang tidak bisa dilogika
Walau mereka sungguh selalu meneriakkan berbagai logika
Manusia.. manusia..
Mereka selalu berubah dari waktu ke waktu, mereka selalu fluktuatif, naik dan turun..
Seketika mereka bisa meyakinkan seakan hal tersebut benar-benar diaminin,
Namun dibelakang semua itu mereka menyimpan keraguan yang amat besar dan mengganggu.
Manusia ............
Manusia manusia disekelilingku semuanya membingungkan..
Tak ada satupun manusia yang konstan sehingga aku tak perlu memahami mereka lagi dan lagi..
Tak ada satupun yang cukup aku pahami sekali
Ini adalah aku, aku adalah manusia yang bingung tentang manusia itu sendiri
Apakah aku manusia sendiri yang membingungkan ini? Aku tak tahu lagi
Aku juga mengalami itu, aku manusia aku mengalami itu dan aku membingungkan itu..
Manusia juga indah
Indah sekali ketika manusia bisa saling menyayangi
Sugguh tak dapat dilukiskan, kebahagiaan yang benar teramat ketika manusia memberikan kasih dan menerima kasih
Mereka benar-benar membutuhkan manusia lain, mereka lemah dan kuat ketika bersama.... manusia.. merkeka memiliki perbedaan
Dan perbendaan itu membuat beberapa manusia saling menghancurkan...
Beberapa perbedaan membuat manusia lainnya lagi berbahagia atas warna-warninya hidup.
Sisanya tidak tahu...
Manusia selalu berbeda, tak ada yang pernah sama, manusia bergerak baik fisik maupun non fisik
Memenuhi apapun yang bisa dipenuhi..
Yaa saya adalah manusia
Dan saya suka dengan manusia, saya tertarik dengan makhluk hidup bernama manusia, dengan saya sendiri
Manusia memiliki sifat yang kompleks dan rumit.
Tiap manusia memiliki kekhasannya masing masing.
Tak ada satu manusia yang sama dengan manusia yang lain tak ada satupun.
Aku tertarik
Sungguh makhluk yang tidak bisa dipahami
Makhluk dengan pikiran yang tidak bisa dilogika
Walau mereka sungguh selalu meneriakkan berbagai logika
Manusia.. manusia..
Mereka selalu berubah dari waktu ke waktu, mereka selalu fluktuatif, naik dan turun..
Seketika mereka bisa meyakinkan seakan hal tersebut benar-benar diaminin,
Namun dibelakang semua itu mereka menyimpan keraguan yang amat besar dan mengganggu.
Manusia ............
Manusia manusia disekelilingku semuanya membingungkan..
Tak ada satupun manusia yang konstan sehingga aku tak perlu memahami mereka lagi dan lagi..
Tak ada satupun yang cukup aku pahami sekali
Ini adalah aku, aku adalah manusia yang bingung tentang manusia itu sendiri
Apakah aku manusia sendiri yang membingungkan ini? Aku tak tahu lagi
Aku juga mengalami itu, aku manusia aku mengalami itu dan aku membingungkan itu..
Manusia juga indah
Indah sekali ketika manusia bisa saling menyayangi
Sugguh tak dapat dilukiskan, kebahagiaan yang benar teramat ketika manusia memberikan kasih dan menerima kasih
Mereka benar-benar membutuhkan manusia lain, mereka lemah dan kuat ketika bersama.... manusia.. merkeka memiliki perbedaan
Dan perbendaan itu membuat beberapa manusia saling menghancurkan...
Beberapa perbedaan membuat manusia lainnya lagi berbahagia atas warna-warninya hidup.
Sisanya tidak tahu...
Manusia selalu berbeda, tak ada yang pernah sama, manusia bergerak baik fisik maupun non fisik
Memenuhi apapun yang bisa dipenuhi..
Yaa saya adalah manusia
Dan saya suka dengan manusia, saya tertarik dengan makhluk hidup bernama manusia, dengan saya sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)