Kukira terduduk berbeda dengan didudukkan
Terduduk ketika menatap senja menyala
Terduduk ketika kekasih menggengam erat
Menundukkan kepala dan tersipu
Berbagi senyum, tawa dan tangis
Kemudian bagaimana dengan didudukkan? Didudukkan di meja penghakiman. Siapa kau berhak menghakimi? Manusia saja sama kita, hanya beda keberuntungan. Berbeda peran, hei sutradaranya masih sama dan selalu sama. Aku bukan religius taat yang mampu mencerahkan batin dan kembalikan kau pada cahaya. Tentu saja aku tak berguna ketika duduk di kursi pesakitan seperti ini. Itu bagimu, dan aku tahu kau takkan pernah benar-benar yakin. Apa mulai bertanya tentang aku yang naik darah? Sepertinya sedikit iya. Tapi saya tak ingin emosi ini menelikung seperti jubah hitam itu menelikungmu.
Menjadi berbeda, salah dan benar adalah sebuah sudut pandang yang baik kau dan aku takkan pernah benar-benar yakin. Pernahkah kau yakin 100 persen? Lalu aku mendengar anggukan mu. Ya yang lemah itu. Dan ya menurutku lagi.
Ku hargai dan sambut itu dengan lembayung fajar, layak malam menjemput bintang.
Jumat, 17 Juni 2011
Kamis, 16 Juni 2011
sekarang apa
menjadi sederhana dan seketika rumit
tak bisa di nalar, tapi rasa
apakah hati bekerja?
nampaknya logika lebih menuntut
tapi masih ada?
tentu saja.
tapi ketika waktu pasti hilang
walau tak benar.benar yakin.
tak bisa di nalar, tapi rasa
apakah hati bekerja?
nampaknya logika lebih menuntut
tapi masih ada?
tentu saja.
tapi ketika waktu pasti hilang
walau tak benar.benar yakin.
Minggu, 29 Mei 2011
Is it You/ Cassey/ Ost.Step Up 2
"Is It You?"
I'm looking for a lover not a friend
Somebody who can be there when I need someone to talk to
I'm looking for someone who won't pretend
Somebody not afraid to say
The way they feel about you
And I'm looking for someone who understands
How I feel
Someone who can keep it real
And who knows the way
The way I like to have it my way
And I'm looking for someone who takes me there
Wants to share
Shows he cares
Thinkin' you're the one that I've been waiting for
[chorus: 2x]
Is it you? Is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be the one I need?
I'm looking for someone to share my pain
Someone who I can run to
Who will stay with me when it rains
Someone who I can cry with through the night
Someone who I can trust whose heart is right
And I'm looking for someone
And I'm looking for someone who understands
How I feel
Someone who can keep it real
And who knows the way
The way I like to have it my way
And I'm looking for someone who takes me there
Wants to share
Shows he cares
Thinking you're the one that I've been waiting for
[chorus 2x]
Take for granted how much I care (how much I care)
Appreciates that I'm there
Someone who listens
And someone I can call who isn't afraid of love to share
I'm looking for a lover not a friend
Somebody who can be there when I need someone to talk to
I'm looking for someone who won't pretend
Somebody not afraid to say
The way they feel about you
And I'm looking for someone who understands
How I feel
Someone who can keep it real
And who knows the way
The way I like to have it my way
And I'm looking for someone who takes me there
Wants to share
Shows he cares
Thinkin' you're the one that I've been waiting for
[chorus: 2x]
Is it you? Is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be the one I need?
I'm looking for someone to share my pain
Someone who I can run to
Who will stay with me when it rains
Someone who I can cry with through the night
Someone who I can trust whose heart is right
And I'm looking for someone
And I'm looking for someone who understands
How I feel
Someone who can keep it real
And who knows the way
The way I like to have it my way
And I'm looking for someone who takes me there
Wants to share
Shows he cares
Thinking you're the one that I've been waiting for
[chorus 2x]
Take for granted how much I care (how much I care)
Appreciates that I'm there
Someone who listens
And someone I can call who isn't afraid of love to share
Sabtu, 21 Mei 2011
Anyone?
Well, saya tidak tahu harus mulai dari mana.
Sebenarnya duduk permasalahannya adalah saya mulai tak memahami diri saya, dalam kurung LAGI. Saya sering sekali dan cepat memiliki keinginan/ yang biasa saya sebut mimpi saya. Banyak lah, saya pingin jadi guru anak-anak SD, saya pingin naik gunung, nyelam sama ikan hiu, pari, ikan terumbu, pingin bikin Kamar Baca yang kasih ilmu gratis, bikin perkebunan Hidroponik yang Organik dan ramah lingkungan, dan masih banyak lagi. Pokoknya terlalu banyak sekali.
Tapi beberapa orang dekat bertanya, “kamu nggak kepingin cari cowok?”. Ini adalah pertanyaan yang sangat sensitif. Tentu saja saya menginginkan. Tak mungkin lah tidak. Apalagi menikah adalah urusan menyempurnakan agama, dalam lingkup ilmu agama yang saya anut. Masalahnya, saya tak tahu waktunya. Saya tak tahu bagaimana caranya. Bagaimana prosesnya. How come? Saya sedang asik-asiknya mengerjakan ini dan itu. Main ke sana dan ke sini. Belajar ini dan itu. Umpamanya mungkin seperti anak kecil yang baru nyadar banyak sekali hal menarik yang bisa dilakukan. Games baru lah, dan macam-macam jenisnya, ada yang petualangan, rutinitas, atau sekadar tindakan repetitif. Tentu saja anak kecil itu akan asik dengan gamesnya kan?
Oh God, please save me!
Saya cuman kepingin tumpah, jadi maaf kalo ada tulisan curhat seperti ini di blog saya, and maybe you just dont mind!.
Tapi saya juga tidak bisa menjaga fokus saya untuk tetap belajar apa yang saya inginkan dan melakukan usaha untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi saya. Beberapa saat fokus saya bisa teralih dan.....Terkadang, saya merasa, “Duh, dimana sih kamu? Kamunya udah muncul aku belon nyadar, apa kamunya yang belon nyadar aku di depanmu?” YA, benar, terkadang saya geregetan dan penasaran dimana Si Mas saya ini.
Sepertinya ini tulisan paling gag jelas. Uwawawawa :’S
Emm... saya bingung. Hahaha. Sepertinya saya memang belum siap menjalin hubungan. Errrgghh...,, yasudah saya main-main dan belajar dulu saja. Semoga gak salah pilihan. :S
Tapi terkadang, saya risih dengan sikap beberapa orang yang memaksa saya untuk mencari. Allah saja bilang, menikahlah jika kau sudah merasa siap dan yakin. Kenapa kamu sok tahu.. hei, saya g marah kok, cuma risih saja.
Anyway... Chaoo........ ;D
Sebenarnya duduk permasalahannya adalah saya mulai tak memahami diri saya, dalam kurung LAGI. Saya sering sekali dan cepat memiliki keinginan/ yang biasa saya sebut mimpi saya. Banyak lah, saya pingin jadi guru anak-anak SD, saya pingin naik gunung, nyelam sama ikan hiu, pari, ikan terumbu, pingin bikin Kamar Baca yang kasih ilmu gratis, bikin perkebunan Hidroponik yang Organik dan ramah lingkungan, dan masih banyak lagi. Pokoknya terlalu banyak sekali.
Tapi beberapa orang dekat bertanya, “kamu nggak kepingin cari cowok?”. Ini adalah pertanyaan yang sangat sensitif. Tentu saja saya menginginkan. Tak mungkin lah tidak. Apalagi menikah adalah urusan menyempurnakan agama, dalam lingkup ilmu agama yang saya anut. Masalahnya, saya tak tahu waktunya. Saya tak tahu bagaimana caranya. Bagaimana prosesnya. How come? Saya sedang asik-asiknya mengerjakan ini dan itu. Main ke sana dan ke sini. Belajar ini dan itu. Umpamanya mungkin seperti anak kecil yang baru nyadar banyak sekali hal menarik yang bisa dilakukan. Games baru lah, dan macam-macam jenisnya, ada yang petualangan, rutinitas, atau sekadar tindakan repetitif. Tentu saja anak kecil itu akan asik dengan gamesnya kan?
Oh God, please save me!
Saya cuman kepingin tumpah, jadi maaf kalo ada tulisan curhat seperti ini di blog saya, and maybe you just dont mind!.
Tapi saya juga tidak bisa menjaga fokus saya untuk tetap belajar apa yang saya inginkan dan melakukan usaha untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi saya. Beberapa saat fokus saya bisa teralih dan.....Terkadang, saya merasa, “Duh, dimana sih kamu? Kamunya udah muncul aku belon nyadar, apa kamunya yang belon nyadar aku di depanmu?” YA, benar, terkadang saya geregetan dan penasaran dimana Si Mas saya ini.
Sepertinya ini tulisan paling gag jelas. Uwawawawa :’S
Emm... saya bingung. Hahaha. Sepertinya saya memang belum siap menjalin hubungan. Errrgghh...,, yasudah saya main-main dan belajar dulu saja. Semoga gak salah pilihan. :S
Tapi terkadang, saya risih dengan sikap beberapa orang yang memaksa saya untuk mencari. Allah saja bilang, menikahlah jika kau sudah merasa siap dan yakin. Kenapa kamu sok tahu.. hei, saya g marah kok, cuma risih saja.
Anyway... Chaoo........ ;D
Senin, 02 Mei 2011
Menanti Pelangi Menjejak Bumi
Aku melihat disini, didalam kelompok besar manusia ini. Kami membutuhkan listrik, air bersih dan bahan bakar fossil. Kemudian aku melihat disana, sekumpulan hewan mati, tanah mengering dan beberapa hutan kebakaran. Aku juga mengingat beberapa pernyataan klasik. “Dalam hidup berlaku hukum rimba, yang kuat akan selalu mengalahkan yang lemah.”
Manusia jelas menurutku adalah makhluk yang sangat kuat. Mungkin memang manusia tak mampu berlari sekencang panther, atau seberat dan sebesar gajah atau paus punggung bengkok. Manusia juga tak semenawan kelinci persia yang melompat, tak bernyanyi seindah burung pipit, tak menari seanggun singa laut dan lumba-lumba yang berdansa dilautan, dan tak secantik ikan terumbu yang berwarna-warni yang entah bagaimana bisa semenakjubkan itu.
Tapi, manusia memiliki akal. Akal yang sampai saat ini sangat menakjubkan sekaligus memuakkan. Akal yang ini, mampu mendandani mereka dengan kebohongan-kebohongan yang semakin besar dan memuakkan. Akal ini juga membuat mereka dengan mudah mengelabui atau menjatuhkan sesama manusia yang lain, lewat belakang punggungnya. Dan ya, saya salah satu dari manusia yang masih hidup dan bernafas. Dan ya, saya juga sedikit banyak menikmati kebohongan-kebohongan ini.
Ketika isu global warming santer, kutub selatan meleleh besar-besaran, beberapa beruang laut kehilangan rumahnya. Manusia sedang menikmati dinginnya air conditioner, dan megahnya rumah mereka dan sumber daya yang melimpah disekeliling mereka. Bagaimana mereka bisa paham dengan pemanasan global? Ketika manusia lainya mengatakan tentang krisis air bersih yang mengancam, manusia yang “lebih kuat” akalnya membangun bendungan yang menampung air miliaran kubik. Dan industri air minum dalam kemasan malah sedang subur-suburnya di pasaran. Hingga beberapa saat sepertinya isu krisis air bersih hanya seperti angin yang telah lalu. Tak perlu difikirkan.
Pada akhirnya “mahluk yang lebih kuat lah yang akan menang?” Menghalakan pikiran semacam ini berakar dikepalaku? Apa ini benar? Manusia sangat mampu membangun bendungan yang sangat kokoh dan tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan air dan listrik mereka yang sangat tinggi. Lalu bagaimana dengan ribuan hektar ekosistem hilir yang rusak karena air tak mengalir sampai ke hilir? Benarkah itu? Bolehkan manusia menganggukkan kepala? Karena manusia bisa hidup nyaman karena mereka memiliki akal, dan mahluk hidup lainnya yang memang tak memiliki akal halal untuk dikorbankan?
Mengapa aku malah berfikir bahwa akal itu buruk? Bukankah akal mestinya sesuatu yang bisa dibanggakan manusia. lalu apakah prestasi dengan dampak yang sedemikian besar ini boleh dibanggakan?
Apakah arti tanggung jawab? Bukankah mahluk yang memiliki pengetahuan lebih banyak bertanggung jawab terhadap mahluk lain yang lebih lemah? Atau mungkin barusan adalah kalimat ngelantur yang tidak penting.
Aku ingin sekali bersyukur menjadi manusia yang memiliki akal, tapi kenapa aku malah mengutuki manusia lain yang memiliki akal yang lebih tinggi dari akal ku. Aku memang tak mengerti seberapa membutuhkannya aku pada listrik, air bersih dan bahan bakar fossil. Seperti mereka yang berakal lebih menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Namun bisakah menghentikan kenyamanan ini sejenak, untuk menyadarkan bahwa kita memang tidak semelimpah itu. Kita sedang mencuri sesuatu dari mahluk hidup lain, dan mereka juga berhak atas itu.
Tuhan maha adil. Untuk semua mahluknya, lalu mengapa manusia tak belajar untuk adil? Bukankah tuhan telah menitipkan akal yang menakjubkan itu kepada manusia? dan sekali lagi. Doa tidak cukup. Aku terkadang sebal melihat akhir kalimat artikel dengan kalomat doa. Semoga ini, dan seoga itu. Butuh aksi konkrit yang melibatkan manusia dalam kuantitas yang sangat besar. Dan bahwa mengandalkan manusia lain tak akan pernah cukup. Andalkanlah diri sendiri. Setiap langkah besar selalu diawali dengan langkah kecil kan?
Bisakah manusia ini berfikir bahwa segala kenyamanan dan kemudahan yang mereka dapatkan berasal dari kematian ribuan mahluk hidup lainnya? Jutaan liter air dibendung untuk pembangkit listrik, menganak tirikan ribuan kehidupan dihilir. Ribuan pohon ditebang untuk ton – ton an kertas yang susah terurai yang merusak tanah dan kualitas kehidupan manusia dimasa mendatang.
Kalau jawaban dari beberapa manusia adalah “Konsekuensi lah itu nona..”. aku akan buang jawaban itu ke tempat sampah, yang sebelumnya akan ku bakar habis, hingga aku tak bisa menggunakan jawaban itu. Dan tentu saja aku akan mencari jawaban ku sendiri.
Manusia jelas menurutku adalah makhluk yang sangat kuat. Mungkin memang manusia tak mampu berlari sekencang panther, atau seberat dan sebesar gajah atau paus punggung bengkok. Manusia juga tak semenawan kelinci persia yang melompat, tak bernyanyi seindah burung pipit, tak menari seanggun singa laut dan lumba-lumba yang berdansa dilautan, dan tak secantik ikan terumbu yang berwarna-warni yang entah bagaimana bisa semenakjubkan itu.
Tapi, manusia memiliki akal. Akal yang sampai saat ini sangat menakjubkan sekaligus memuakkan. Akal yang ini, mampu mendandani mereka dengan kebohongan-kebohongan yang semakin besar dan memuakkan. Akal ini juga membuat mereka dengan mudah mengelabui atau menjatuhkan sesama manusia yang lain, lewat belakang punggungnya. Dan ya, saya salah satu dari manusia yang masih hidup dan bernafas. Dan ya, saya juga sedikit banyak menikmati kebohongan-kebohongan ini.
Ketika isu global warming santer, kutub selatan meleleh besar-besaran, beberapa beruang laut kehilangan rumahnya. Manusia sedang menikmati dinginnya air conditioner, dan megahnya rumah mereka dan sumber daya yang melimpah disekeliling mereka. Bagaimana mereka bisa paham dengan pemanasan global? Ketika manusia lainya mengatakan tentang krisis air bersih yang mengancam, manusia yang “lebih kuat” akalnya membangun bendungan yang menampung air miliaran kubik. Dan industri air minum dalam kemasan malah sedang subur-suburnya di pasaran. Hingga beberapa saat sepertinya isu krisis air bersih hanya seperti angin yang telah lalu. Tak perlu difikirkan.
Pada akhirnya “mahluk yang lebih kuat lah yang akan menang?” Menghalakan pikiran semacam ini berakar dikepalaku? Apa ini benar? Manusia sangat mampu membangun bendungan yang sangat kokoh dan tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan air dan listrik mereka yang sangat tinggi. Lalu bagaimana dengan ribuan hektar ekosistem hilir yang rusak karena air tak mengalir sampai ke hilir? Benarkah itu? Bolehkan manusia menganggukkan kepala? Karena manusia bisa hidup nyaman karena mereka memiliki akal, dan mahluk hidup lainnya yang memang tak memiliki akal halal untuk dikorbankan?
Mengapa aku malah berfikir bahwa akal itu buruk? Bukankah akal mestinya sesuatu yang bisa dibanggakan manusia. lalu apakah prestasi dengan dampak yang sedemikian besar ini boleh dibanggakan?
Apakah arti tanggung jawab? Bukankah mahluk yang memiliki pengetahuan lebih banyak bertanggung jawab terhadap mahluk lain yang lebih lemah? Atau mungkin barusan adalah kalimat ngelantur yang tidak penting.
Aku ingin sekali bersyukur menjadi manusia yang memiliki akal, tapi kenapa aku malah mengutuki manusia lain yang memiliki akal yang lebih tinggi dari akal ku. Aku memang tak mengerti seberapa membutuhkannya aku pada listrik, air bersih dan bahan bakar fossil. Seperti mereka yang berakal lebih menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Namun bisakah menghentikan kenyamanan ini sejenak, untuk menyadarkan bahwa kita memang tidak semelimpah itu. Kita sedang mencuri sesuatu dari mahluk hidup lain, dan mereka juga berhak atas itu.
Tuhan maha adil. Untuk semua mahluknya, lalu mengapa manusia tak belajar untuk adil? Bukankah tuhan telah menitipkan akal yang menakjubkan itu kepada manusia? dan sekali lagi. Doa tidak cukup. Aku terkadang sebal melihat akhir kalimat artikel dengan kalomat doa. Semoga ini, dan seoga itu. Butuh aksi konkrit yang melibatkan manusia dalam kuantitas yang sangat besar. Dan bahwa mengandalkan manusia lain tak akan pernah cukup. Andalkanlah diri sendiri. Setiap langkah besar selalu diawali dengan langkah kecil kan?
Bisakah manusia ini berfikir bahwa segala kenyamanan dan kemudahan yang mereka dapatkan berasal dari kematian ribuan mahluk hidup lainnya? Jutaan liter air dibendung untuk pembangkit listrik, menganak tirikan ribuan kehidupan dihilir. Ribuan pohon ditebang untuk ton – ton an kertas yang susah terurai yang merusak tanah dan kualitas kehidupan manusia dimasa mendatang.
Kalau jawaban dari beberapa manusia adalah “Konsekuensi lah itu nona..”. aku akan buang jawaban itu ke tempat sampah, yang sebelumnya akan ku bakar habis, hingga aku tak bisa menggunakan jawaban itu. Dan tentu saja aku akan mencari jawaban ku sendiri.
Minggu, 01 Mei 2011
Merpati Tersesat
Aku memilih ini bukan tanpa alasan. Bukan karena mereka dan yang lain. Bukan pula karena masalah yang kau khawatirkan. Salahkah aku yang ingin egois saat ini? Aku tahu kau berfikir bahwa aku melakukan kesalahan besar.
Aku seperti mengunci rapat pintu dan jendela, hingga tak ada yang melihat atau mendengar suaraku.
Kau tahu? Aku tahu aku salah dan aku tak boleh melakukan itu. Tapi, tahukah kau juga? Sempatkah kau berfikir bahwa aku kali ini sedikit membutuhkan itu. Pengasingan diri mungkin. Hanya sejenak.
Sejenak yang mungkin bisa jadi sangat berarti untukku. Sejenak yang mungkin sangat tidak rasional untuk mereka atau kalian. Berartikah sekarang? Ketika kau membaca ini? Atau kau melompati tiap tulisannya untuk mengerti tentangmu dalam pikir ku saja? Kau tak akan mendapatkan itu. Percayalah. Tidak ketika aku tak mengatakan untukmu secara langsung.
Dan untuk masalah ini sunguh aku tak mau minta maaf. Jangan menilaiku salah. Jangan berfikir aku meninggikan diriku lebih dari mu. Karena aku selalu berusaha memandang semua manusia dalam tinggi dan rendah yang sama.
Alasanku adalah aku menghargai kata maaf. Aku ingin memaknai kata itu dengan sebenar-benarnya. Memaknai bahwa kata itu sangat magis dan tulus. Kata indah itu, akan kukatakan disaat aku benar-benar membutuhkannya. Bukan sembarang kata yang bisa diobral.
Ya. Namun kau benar satu hal. Aku tak merasa salah kali ini. Tidak sampai aku membutuhkan kata itu. Tiap manusia memiliki alasannya. Benar dan salah memang abstrak, dan untuk menghindari kesalahpahaman membutuhkan kata maaf. Terkadang untuk sekadar menghibur, beberapa menggunakan kata maaf. Aku tak ingin melakukannya kepada kamu dan mereka yang lainnya.
Percaya. Saya butuh kepercayaan itu. Ini yang aku butuhkan. Untuk meminta kepada kalian aku bahkan rela menebus dengan apapun. Kepercayaan. Ini yang benar dan ingin aku dapatkan. Tak perlu meragukan apapun. Aku butuh ini untuk mendetakkan jantung kehidupanku. Pahamkah? Apakah masih susah? Mengertilah.. Buka lah sedikit egomu, percayalah, percayai aku. Ijinkan aku mengikuti kata hatiku, ijinkan aku melakukan apa yang aku yakini.
Aku seperti mengunci rapat pintu dan jendela, hingga tak ada yang melihat atau mendengar suaraku.
Kau tahu? Aku tahu aku salah dan aku tak boleh melakukan itu. Tapi, tahukah kau juga? Sempatkah kau berfikir bahwa aku kali ini sedikit membutuhkan itu. Pengasingan diri mungkin. Hanya sejenak.
Sejenak yang mungkin bisa jadi sangat berarti untukku. Sejenak yang mungkin sangat tidak rasional untuk mereka atau kalian. Berartikah sekarang? Ketika kau membaca ini? Atau kau melompati tiap tulisannya untuk mengerti tentangmu dalam pikir ku saja? Kau tak akan mendapatkan itu. Percayalah. Tidak ketika aku tak mengatakan untukmu secara langsung.
Dan untuk masalah ini sunguh aku tak mau minta maaf. Jangan menilaiku salah. Jangan berfikir aku meninggikan diriku lebih dari mu. Karena aku selalu berusaha memandang semua manusia dalam tinggi dan rendah yang sama.
Alasanku adalah aku menghargai kata maaf. Aku ingin memaknai kata itu dengan sebenar-benarnya. Memaknai bahwa kata itu sangat magis dan tulus. Kata indah itu, akan kukatakan disaat aku benar-benar membutuhkannya. Bukan sembarang kata yang bisa diobral.
Ya. Namun kau benar satu hal. Aku tak merasa salah kali ini. Tidak sampai aku membutuhkan kata itu. Tiap manusia memiliki alasannya. Benar dan salah memang abstrak, dan untuk menghindari kesalahpahaman membutuhkan kata maaf. Terkadang untuk sekadar menghibur, beberapa menggunakan kata maaf. Aku tak ingin melakukannya kepada kamu dan mereka yang lainnya.
Percaya. Saya butuh kepercayaan itu. Ini yang aku butuhkan. Untuk meminta kepada kalian aku bahkan rela menebus dengan apapun. Kepercayaan. Ini yang benar dan ingin aku dapatkan. Tak perlu meragukan apapun. Aku butuh ini untuk mendetakkan jantung kehidupanku. Pahamkah? Apakah masih susah? Mengertilah.. Buka lah sedikit egomu, percayalah, percayai aku. Ijinkan aku mengikuti kata hatiku, ijinkan aku melakukan apa yang aku yakini.
Kamis, 28 April 2011
Menyulam Angan
Saya ingin terbang tinggi
Melihat seberapa kuat saya mengepak
Saya ingin terbang tinggi
Melihat dunia yang luas ini
Saya ingin terbang tinggi
Bukan untuk meninggalkan, namun untuk tahu lebih banyak
Saya akan terbang tinggi
Dan tinggi... sekali memang, tapi saya akan kembali
Saya hanya ingin terbang, bukan sebuah pelarian atas semua masalah
Tapi pencarian jawaban dengan berfikir dingin tanpa emosional
Saya ingin terbang tinggi dan tahu lebih banyak, tapi ternyata sayap ini hanya ilusi.
Saya buka seekor burung dengan sayap lebar yang kokoh. Tapi saya janji. Ini tak akan pernah menghalangi saya menumbuhkan sayap. Dalam bentuk apapun. Saya akan terus mencoba. Karena saya tahu kekuatan terbesar di alam ini akan menjaga saya.
Selasa, 26 April 2011
Menyilaukan
alhamdulillah...
saya lega sekali, saya menuliskan semua mimpi saya yang mungkin akan sangat konyol jika dipublikasikan disini.
ahhahaha,
saya menuliskan mimpi saya satu persatu dan menemukan 11 lembar kertas tertulisi.
waowww ternyata untuk permulaan ini sudah banyak yang saya inginkan.
rencananya saya menuliskan semua mimpi yang saya angankan, tak memperdulikan gonggongan anjing atau manusia yang mampir. saya melipat rapi dan memasukkan lintingan kertas-kertas ini ke dalam sebuah wadah yang saya design sedemikian manisnya.

-ini tabungnya-

-ini lintingan mimpi-
Saya akan menyimpan tabung mimpi ini. sambil mencoba dan tetap bergerak progressif. saya harus menyelesaikan mimpi saya. membawanya tepat dibawah kaki saya. :)
saya lega sekali, saya menuliskan semua mimpi saya yang mungkin akan sangat konyol jika dipublikasikan disini.
ahhahaha,
saya menuliskan mimpi saya satu persatu dan menemukan 11 lembar kertas tertulisi.
waowww ternyata untuk permulaan ini sudah banyak yang saya inginkan.
rencananya saya menuliskan semua mimpi yang saya angankan, tak memperdulikan gonggongan anjing atau manusia yang mampir. saya melipat rapi dan memasukkan lintingan kertas-kertas ini ke dalam sebuah wadah yang saya design sedemikian manisnya.

-ini tabungnya-

-ini lintingan mimpi-
Saya akan menyimpan tabung mimpi ini. sambil mencoba dan tetap bergerak progressif. saya harus menyelesaikan mimpi saya. membawanya tepat dibawah kaki saya. :)
Sinar Tipis Membias
tergelak dengan kehidupan seorang kawan.
statusnya, baik di twiter, facebook dll selalu positif, dia juga mengamini setiap permasalahan ada alasannya.
dan,
jika belum terwujud, semata mata, karena waktu yang belum tepat.
terimakasih kawan diseberang,
sepertinya saya akan mencoba berfikir seperti itu,Lagi.
kembali menjadi positif dan bersemangat. :)
statusnya, baik di twiter, facebook dll selalu positif, dia juga mengamini setiap permasalahan ada alasannya.
dan,
jika belum terwujud, semata mata, karena waktu yang belum tepat.
terimakasih kawan diseberang,
sepertinya saya akan mencoba berfikir seperti itu,Lagi.
kembali menjadi positif dan bersemangat. :)
Mengubur Awan
Saya menemukan mimpi lagi. Dan sekali lagi saya harus menuntaskannya. Menuntaskan dalam artian mengubur dalam-dalam niatan saya. Mimpi ini masih harus saya kubur dengan alasan saya wanita. Wanita yang menurut pandangan orang tua saya tak perlu melakukan macam-macam. Wanita yang saking rapuhnya harus berada dalam batas aman.
Sepertinya saya sedang diuji, haaha miris. Dalam sepekan, saya menemukan dan meyakini dua mimpi yang ingin saya kejar dan wujudkan. Tapi dua mimpi ini termentahkn begitu saja. Paling tidak saya sudah berusaha, ya nggak? Menjelaskan apa yang ada di dalam benak saya. Tapi sepertinya saya bermimpi terlalu tinggi lagi, saya lupa dengan pagar yang ditanam cukup kuat dan tinggi dihadapan saya.
Terkadang saya punya fantasi. Saya yakin cukup kuat untuk mendobrak dan melewati pagar itu. Tapi sayangnya sedetik kemudian saya yakin saya tidak bisa melakukan itu. Bukan alasan kekuatan, tapi alasan sebagai manusia yang menyayangi dan patuh kepada manusia yang lain.
Mimpi saya sedikit aneh lagi. Bukan mayoritas mimpi yang dimiliki oleh manusia sebaya saya. Saya ingin mengikuti program pendidikan untuk anak-anak di pelosok nusantara. Rasanya ingin sekali berada di sekeliling anak-anak yang menakjubkan. Berbagi dengan mereka tentang betapa menakjubkannya alam, indah dan kejamnya hidup. Saling mendukung dan menerima apa adanya. Sungguh dunia jujur yang ada di benak saya. Beberapa waktu yang lalu, saya bahkan keasyikan mendownload soal-soal pelajaran kelas 1 sampai 6 SD. Sambil senyum-senyum saya kerjakan. Saya bayangkan saya akan benar-benar mengajarkan anak-anak menakjubkan ini. Saya bayangkan mengelus kepala mereka dan melihat semangat berkobar di mata mereka. Atau bahkan ketika mereka sulit memahami pelajaran, saya ingin dengan sabar membimbing mereka. Saya ingin bersama-sama mereka menemukan cahaya di ujung gua gulita ini bersama.
Tapi ternyata saya harus mengendalikan imajinasi ini. Sejenak saya berusaha meruntuhkan derajat kepedean. Bertubi-tubi saya hujani benak saya dengan pesimisme yang kejam, bahwa saya tak akan mampu melakukan itu. Saya tak cukup berpendidikan untuk memberi pendidikan. Tak cukup arif untuk menunjukkan kearifan-kearifan. Dan tak cukup berbudi untuk menujukkan kepada mereka bagaimana berada di bumi nusantara.
Tapi ternyata serangan saya tak mempan. Saya masih tetap belajar, saya ingin suatu hari nanti. Bila kesempatan datang, saya siap. Dan saya memutuskan untuk tetap belajar. Saya harus belajar. Saya harus cukup kuat untuk disandar, dan cukup lembut untuk mengasihi. Saya harus menata diri saya. Belajar sebanyak mungkin, semua hal yang saya sukai.
Sepertinya saya sedang diuji, haaha miris. Dalam sepekan, saya menemukan dan meyakini dua mimpi yang ingin saya kejar dan wujudkan. Tapi dua mimpi ini termentahkn begitu saja. Paling tidak saya sudah berusaha, ya nggak? Menjelaskan apa yang ada di dalam benak saya. Tapi sepertinya saya bermimpi terlalu tinggi lagi, saya lupa dengan pagar yang ditanam cukup kuat dan tinggi dihadapan saya.
Terkadang saya punya fantasi. Saya yakin cukup kuat untuk mendobrak dan melewati pagar itu. Tapi sayangnya sedetik kemudian saya yakin saya tidak bisa melakukan itu. Bukan alasan kekuatan, tapi alasan sebagai manusia yang menyayangi dan patuh kepada manusia yang lain.
Mimpi saya sedikit aneh lagi. Bukan mayoritas mimpi yang dimiliki oleh manusia sebaya saya. Saya ingin mengikuti program pendidikan untuk anak-anak di pelosok nusantara. Rasanya ingin sekali berada di sekeliling anak-anak yang menakjubkan. Berbagi dengan mereka tentang betapa menakjubkannya alam, indah dan kejamnya hidup. Saling mendukung dan menerima apa adanya. Sungguh dunia jujur yang ada di benak saya. Beberapa waktu yang lalu, saya bahkan keasyikan mendownload soal-soal pelajaran kelas 1 sampai 6 SD. Sambil senyum-senyum saya kerjakan. Saya bayangkan saya akan benar-benar mengajarkan anak-anak menakjubkan ini. Saya bayangkan mengelus kepala mereka dan melihat semangat berkobar di mata mereka. Atau bahkan ketika mereka sulit memahami pelajaran, saya ingin dengan sabar membimbing mereka. Saya ingin bersama-sama mereka menemukan cahaya di ujung gua gulita ini bersama.
Tapi ternyata saya harus mengendalikan imajinasi ini. Sejenak saya berusaha meruntuhkan derajat kepedean. Bertubi-tubi saya hujani benak saya dengan pesimisme yang kejam, bahwa saya tak akan mampu melakukan itu. Saya tak cukup berpendidikan untuk memberi pendidikan. Tak cukup arif untuk menunjukkan kearifan-kearifan. Dan tak cukup berbudi untuk menujukkan kepada mereka bagaimana berada di bumi nusantara.
Tapi ternyata serangan saya tak mempan. Saya masih tetap belajar, saya ingin suatu hari nanti. Bila kesempatan datang, saya siap. Dan saya memutuskan untuk tetap belajar. Saya harus belajar. Saya harus cukup kuat untuk disandar, dan cukup lembut untuk mengasihi. Saya harus menata diri saya. Belajar sebanyak mungkin, semua hal yang saya sukai.
Senin, 25 April 2011
pelangi dalam gulita
Menjadi berbeda membutuhkan tenaga yang lebih. Terlalu banyak hal yang saya mimpikan. Dan ternyata hal-hal ini sangat berbeda dengan orang kebanyakan. Terutama dengan orang – orang dilingkungan terdekat, keluarga. Mimpi pun harus menjadi kambing hitamnya. Tak terhitung mungkin saya memiliki keinginan, tp terpaksa saya lepas hanya karena tak mendapatkan restu orang tua. Saya berusaha tak menyalahkan mereka, mereka melakukan itu karena mereka sayang sama saya, tapi tetap saja saya sedih.
Salah satu ceritanya adalah...
Beberapa bulan yang lalu, saya menemukan sebuah forum backpacker. Dari forum itu saya mengerti banyak sekali tempat tempat eksotis di nusantara. Pengguna forum itu pun ratusan dan aktif backpacking. Saya jatuh cinta pada dunia backpacking ini. Dunia dimana setiap individu bisa langsung akrab dengan individu lain tanpa memandang latar belakang pendidikan, materi dan sosial. Atau mungkin saja ini memang karena di dunia maya, jadi berbeda di dunia nyata. Haha, saya tidak tahu. Dari forum ini saya mendapatkan beberapa kawan yang akhirnya menjadi benar-benar dekat. Kami tak hanya membicarakan masalah backpacking saja tapi juga masalah pribadi. Mulai kekangan orang tua dan hubungan asmara yang pasang surut. Kami merasa seperti keluarga. Saya waktu itu senang sekali, mendapatkan teman-teman baru, dan ternyata sharing-sharing membuat saya lebih kuat dalam menghadapi masalah yang menimpa. Hidup juga terasa lebih beragam, berwarna-warni dan menghentak.
Kami semua dalam forum backpacking ini, mungkin dekat lantaran memang memiliki hobi atau minat yang sama. Tapi tetap tidak jika dibandingkan dengan mayoritas masyarakat Indonesia. Beberapa diantaranya melihat backpacking adalah kebudayaan asing yang tak sesuai dengan orang timur seperti Indonesia. Salah satu kawan BP (backpacking) saya menjawab, “Kan cuma namanya saja yang asing, artinya enggak, kan jalan-jalan dengan biaya irit.” Selain itu backpacking terlihat sebagai suatu kegiatan yang dilakukan seperti menghamburkan uang dan bersenang-senang saja.
Saya ingin menepis semua anggapan itu. Backpacking membuat orang meninggalkan ruang nyamannya, mengetahui dunia luar. Membuatnya belajar dari kenyataan yang terjadi di masyarakat. Tak jarang beberapa mengerti masalah sosial dan akhirnya terjun langsung membantu bidang-bidang yang termarginalkan tersebut. Sekarang ini, bukanya saya mengandalkan pemerintah, tapi pemerintah terlalu naif. Mereka selalu berada di wilayah itu-itu saja. Ini menurut saya, mereka jarang turun dan melihat secara langsung bagaimana masyarakatnya, bagaimana topografinya dan bagaimana Indonesia-nya. Backpacking membuat kita mengunjungi banyak sekali tempat, mulai yang ramai dikunjungi hingga yang belum terjamah.
Saya sampai memiliki asumsi mereka lebih mengenal Indonesia ketimbang yang mestinya lebih memahami. Dari pengetahuan backpacker ini tak jarang akhirnya mereka bergabung dengan lembaga internasional yang bergerak dibidang konservasi alam. Beberapa yang lain membantu meningkatkan taraf sosial dan ekonomi masyarakat. Mereka mendatangi dan mengabarkannya pada khalayak luas. Yang akhirnya akan membuat gerakan-gerakan lebih besar yang konstruktif, walau tak jarang destruktif. Sampai sini, saya masih beranggapan, semakin banyak yang tahu, maka semakin bersih penanganan dan prosesnya. Sebaliknya semakin sedikit yang mengerti, semakin kotor pula sistem yang dijalankan.
Terkadang selintas saya berfikir, mungkinkah bangsa ini susah sekali mengejar ketertinggalan karena kurangnya pengetahuan tentang apa yang mereka miliki. Masyarakat kita terlalu suka menjalani hidupnya datar-datar saja. Belajar di sekolah, bekerja dan menikah. Terkadang ingin berontak, saya bukannya membenci manusia lain yang sepaham dengan itu, tapi memang minat saya bukan disitu. Saya memiliki keinginan untuk hidup dan melakukan apa yang saya yakini dan saya mengerti. Saya ingin melakukan kalau saya ‘ingin melakukan’, bukan karena orang, budaya atau masyarakat lain pantas mengira saya. Golongan muda yang mestinya lebih concern pun memiliki kendala yang beragam. Mulai terbatasi oleh budaya yang memagari, minat internal yang tak ada, dlsb. Seperti saya yang tak berdaya ketika tidak mendapat restu untuk mencintai dunia ini. Piuh. Dan menetes lagi.
Saya benar2 tak memiliki ide lagi kalau berkaitan dengan orang tua. Saya membantah bisa. Tapi saya tak mampu untuk tak mematuhi mereka. Saya sayang sekali dengan mereka. Wawawa tulisan apa ini. Terlalu berantakan ya? Hahah senang rasanya bisa menumpahkan uneg2. :)
Salah satu ceritanya adalah...
Beberapa bulan yang lalu, saya menemukan sebuah forum backpacker. Dari forum itu saya mengerti banyak sekali tempat tempat eksotis di nusantara. Pengguna forum itu pun ratusan dan aktif backpacking. Saya jatuh cinta pada dunia backpacking ini. Dunia dimana setiap individu bisa langsung akrab dengan individu lain tanpa memandang latar belakang pendidikan, materi dan sosial. Atau mungkin saja ini memang karena di dunia maya, jadi berbeda di dunia nyata. Haha, saya tidak tahu. Dari forum ini saya mendapatkan beberapa kawan yang akhirnya menjadi benar-benar dekat. Kami tak hanya membicarakan masalah backpacking saja tapi juga masalah pribadi. Mulai kekangan orang tua dan hubungan asmara yang pasang surut. Kami merasa seperti keluarga. Saya waktu itu senang sekali, mendapatkan teman-teman baru, dan ternyata sharing-sharing membuat saya lebih kuat dalam menghadapi masalah yang menimpa. Hidup juga terasa lebih beragam, berwarna-warni dan menghentak.
Kami semua dalam forum backpacking ini, mungkin dekat lantaran memang memiliki hobi atau minat yang sama. Tapi tetap tidak jika dibandingkan dengan mayoritas masyarakat Indonesia. Beberapa diantaranya melihat backpacking adalah kebudayaan asing yang tak sesuai dengan orang timur seperti Indonesia. Salah satu kawan BP (backpacking) saya menjawab, “Kan cuma namanya saja yang asing, artinya enggak, kan jalan-jalan dengan biaya irit.” Selain itu backpacking terlihat sebagai suatu kegiatan yang dilakukan seperti menghamburkan uang dan bersenang-senang saja.
Saya ingin menepis semua anggapan itu. Backpacking membuat orang meninggalkan ruang nyamannya, mengetahui dunia luar. Membuatnya belajar dari kenyataan yang terjadi di masyarakat. Tak jarang beberapa mengerti masalah sosial dan akhirnya terjun langsung membantu bidang-bidang yang termarginalkan tersebut. Sekarang ini, bukanya saya mengandalkan pemerintah, tapi pemerintah terlalu naif. Mereka selalu berada di wilayah itu-itu saja. Ini menurut saya, mereka jarang turun dan melihat secara langsung bagaimana masyarakatnya, bagaimana topografinya dan bagaimana Indonesia-nya. Backpacking membuat kita mengunjungi banyak sekali tempat, mulai yang ramai dikunjungi hingga yang belum terjamah.
Saya sampai memiliki asumsi mereka lebih mengenal Indonesia ketimbang yang mestinya lebih memahami. Dari pengetahuan backpacker ini tak jarang akhirnya mereka bergabung dengan lembaga internasional yang bergerak dibidang konservasi alam. Beberapa yang lain membantu meningkatkan taraf sosial dan ekonomi masyarakat. Mereka mendatangi dan mengabarkannya pada khalayak luas. Yang akhirnya akan membuat gerakan-gerakan lebih besar yang konstruktif, walau tak jarang destruktif. Sampai sini, saya masih beranggapan, semakin banyak yang tahu, maka semakin bersih penanganan dan prosesnya. Sebaliknya semakin sedikit yang mengerti, semakin kotor pula sistem yang dijalankan.
Terkadang selintas saya berfikir, mungkinkah bangsa ini susah sekali mengejar ketertinggalan karena kurangnya pengetahuan tentang apa yang mereka miliki. Masyarakat kita terlalu suka menjalani hidupnya datar-datar saja. Belajar di sekolah, bekerja dan menikah. Terkadang ingin berontak, saya bukannya membenci manusia lain yang sepaham dengan itu, tapi memang minat saya bukan disitu. Saya memiliki keinginan untuk hidup dan melakukan apa yang saya yakini dan saya mengerti. Saya ingin melakukan kalau saya ‘ingin melakukan’, bukan karena orang, budaya atau masyarakat lain pantas mengira saya. Golongan muda yang mestinya lebih concern pun memiliki kendala yang beragam. Mulai terbatasi oleh budaya yang memagari, minat internal yang tak ada, dlsb. Seperti saya yang tak berdaya ketika tidak mendapat restu untuk mencintai dunia ini. Piuh. Dan menetes lagi.
Saya benar2 tak memiliki ide lagi kalau berkaitan dengan orang tua. Saya membantah bisa. Tapi saya tak mampu untuk tak mematuhi mereka. Saya sayang sekali dengan mereka. Wawawa tulisan apa ini. Terlalu berantakan ya? Hahah senang rasanya bisa menumpahkan uneg2. :)
Senin, 04 April 2011
manusia manusia
Aku tertarik kepada manusia.
Manusia memiliki sifat yang kompleks dan rumit.
Tiap manusia memiliki kekhasannya masing masing.
Tak ada satu manusia yang sama dengan manusia yang lain tak ada satupun.
Aku tertarik
Sungguh makhluk yang tidak bisa dipahami
Makhluk dengan pikiran yang tidak bisa dilogika
Walau mereka sungguh selalu meneriakkan berbagai logika
Manusia.. manusia..
Mereka selalu berubah dari waktu ke waktu, mereka selalu fluktuatif, naik dan turun..
Seketika mereka bisa meyakinkan seakan hal tersebut benar-benar diaminin,
Namun dibelakang semua itu mereka menyimpan keraguan yang amat besar dan mengganggu.
Manusia ............
Manusia manusia disekelilingku semuanya membingungkan..
Tak ada satupun manusia yang konstan sehingga aku tak perlu memahami mereka lagi dan lagi..
Tak ada satupun yang cukup aku pahami sekali
Ini adalah aku, aku adalah manusia yang bingung tentang manusia itu sendiri
Apakah aku manusia sendiri yang membingungkan ini? Aku tak tahu lagi
Aku juga mengalami itu, aku manusia aku mengalami itu dan aku membingungkan itu..
Manusia juga indah
Indah sekali ketika manusia bisa saling menyayangi
Sugguh tak dapat dilukiskan, kebahagiaan yang benar teramat ketika manusia memberikan kasih dan menerima kasih
Mereka benar-benar membutuhkan manusia lain, mereka lemah dan kuat ketika bersama.... manusia.. merkeka memiliki perbedaan
Dan perbendaan itu membuat beberapa manusia saling menghancurkan...
Beberapa perbedaan membuat manusia lainnya lagi berbahagia atas warna-warninya hidup.
Sisanya tidak tahu...
Manusia selalu berbeda, tak ada yang pernah sama, manusia bergerak baik fisik maupun non fisik
Memenuhi apapun yang bisa dipenuhi..
Yaa saya adalah manusia
Dan saya suka dengan manusia, saya tertarik dengan makhluk hidup bernama manusia, dengan saya sendiri
Manusia memiliki sifat yang kompleks dan rumit.
Tiap manusia memiliki kekhasannya masing masing.
Tak ada satu manusia yang sama dengan manusia yang lain tak ada satupun.
Aku tertarik
Sungguh makhluk yang tidak bisa dipahami
Makhluk dengan pikiran yang tidak bisa dilogika
Walau mereka sungguh selalu meneriakkan berbagai logika
Manusia.. manusia..
Mereka selalu berubah dari waktu ke waktu, mereka selalu fluktuatif, naik dan turun..
Seketika mereka bisa meyakinkan seakan hal tersebut benar-benar diaminin,
Namun dibelakang semua itu mereka menyimpan keraguan yang amat besar dan mengganggu.
Manusia ............
Manusia manusia disekelilingku semuanya membingungkan..
Tak ada satupun manusia yang konstan sehingga aku tak perlu memahami mereka lagi dan lagi..
Tak ada satupun yang cukup aku pahami sekali
Ini adalah aku, aku adalah manusia yang bingung tentang manusia itu sendiri
Apakah aku manusia sendiri yang membingungkan ini? Aku tak tahu lagi
Aku juga mengalami itu, aku manusia aku mengalami itu dan aku membingungkan itu..
Manusia juga indah
Indah sekali ketika manusia bisa saling menyayangi
Sugguh tak dapat dilukiskan, kebahagiaan yang benar teramat ketika manusia memberikan kasih dan menerima kasih
Mereka benar-benar membutuhkan manusia lain, mereka lemah dan kuat ketika bersama.... manusia.. merkeka memiliki perbedaan
Dan perbendaan itu membuat beberapa manusia saling menghancurkan...
Beberapa perbedaan membuat manusia lainnya lagi berbahagia atas warna-warninya hidup.
Sisanya tidak tahu...
Manusia selalu berbeda, tak ada yang pernah sama, manusia bergerak baik fisik maupun non fisik
Memenuhi apapun yang bisa dipenuhi..
Yaa saya adalah manusia
Dan saya suka dengan manusia, saya tertarik dengan makhluk hidup bernama manusia, dengan saya sendiri
Minggu, 03 April 2011
I've been addicted to you
Hari ini saya belajar satu hal yang sangat indah. Membuat saya bersemangat ketika menggagasnya dalam setiap pembuluh darah menuju jantung saya. Berfikir tentang apa coba? Ini tentang pikiran saya, gagasan saya yang mungkin masih nyambung dengan manusia lain. Tidak usah di panjang kali lebarkan lagi, hohho,
Ini dia...............
“Terkadang berfikir bahwa “ini” sebuah tanggung jawab adalah kesalahan besar yang membuat tanggung jawab ini terasa berat sekali untuk dilakukan.”
Hahahha, ini contohnya, selama ini saya menganggap skripsi adalah tanggung jawab yang harus dikerjakan sesegera mungkin dan sebaik mungkin. Paling tidak selama dua bulan ini. Tapi saya salah, ini membuat saya menemukan celah untuk ogah-ogahan sambil berfikir dalam hati “Bentar yaa, aku main bentar, sorii aku tinggal bentar, hmm habis ini yaa tak kerjakan , pasti aku kerjakan deh kamuu, tapi tunggu bentar lagii...” atau kalo lagi parah.. “duh maaf lagi g mood, tak ada gairah..ukkhhh soriii besokk aja sekalian...dst..”

Yah, betul.. betul.. betulll sekali.. waktu itu saya salah. Maaf yah skripsi. Saya sadar sekali sepenuh hati, sebenarnya kamu cukup menegangkan, seru dan cenderung bikin ketagihan. Piuhhh..berlebihan sekali, kok jadi agak menjijikkan. Emm.. ya sudah, pokoknya kamu seperti dunia lain yang memberikan sensasi yang juga saya perlukan dan saya sukai dengan sangat..
Kamu bukan hanya tanggung jawabku, tapi kamu adalah kesukaan ku. Dan kamu Cuma 1x seemur hidup. Uwwahhh rugi sekali kalau tak memanfaatkan waktu bersenang-senang yang langka ini. Okeh, saya Cuma mau bagi gagasan ini. Jangan berfikir sebagai tanggungjawab, nikmati, sukai dan jadikan ini sesuatu yang seru. Niscaya kamu akan mendapatkan kebahagiaan lahir batin. Hahah apa lagi ini. See ya... happy day i hope :D.
Ini dia...............
“Terkadang berfikir bahwa “ini” sebuah tanggung jawab adalah kesalahan besar yang membuat tanggung jawab ini terasa berat sekali untuk dilakukan.”
Hahahha, ini contohnya, selama ini saya menganggap skripsi adalah tanggung jawab yang harus dikerjakan sesegera mungkin dan sebaik mungkin. Paling tidak selama dua bulan ini. Tapi saya salah, ini membuat saya menemukan celah untuk ogah-ogahan sambil berfikir dalam hati “Bentar yaa, aku main bentar, sorii aku tinggal bentar, hmm habis ini yaa tak kerjakan , pasti aku kerjakan deh kamuu, tapi tunggu bentar lagii...” atau kalo lagi parah.. “duh maaf lagi g mood, tak ada gairah..ukkhhh soriii besokk aja sekalian...dst..”

Yah, betul.. betul.. betulll sekali.. waktu itu saya salah. Maaf yah skripsi. Saya sadar sekali sepenuh hati, sebenarnya kamu cukup menegangkan, seru dan cenderung bikin ketagihan. Piuhhh..berlebihan sekali, kok jadi agak menjijikkan. Emm.. ya sudah, pokoknya kamu seperti dunia lain yang memberikan sensasi yang juga saya perlukan dan saya sukai dengan sangat..
Kamu bukan hanya tanggung jawabku, tapi kamu adalah kesukaan ku. Dan kamu Cuma 1x seemur hidup. Uwwahhh rugi sekali kalau tak memanfaatkan waktu bersenang-senang yang langka ini. Okeh, saya Cuma mau bagi gagasan ini. Jangan berfikir sebagai tanggungjawab, nikmati, sukai dan jadikan ini sesuatu yang seru. Niscaya kamu akan mendapatkan kebahagiaan lahir batin. Hahah apa lagi ini. See ya... happy day i hope :D.
Kamis, 17 Februari 2011
si cantik yang menggoda
Hi pembaca….
Saya ingin bercerita tentang perjalanan saya ke Pulau Sempu di Malang Selatan. Tanggal 29-30 Januari 2011, saya bersama 5 orang kawan berniat bermain air dan menginap di Segara Anakan, Pulau Sempu.

Kami menyepakati meeting point di Terminal Arjosari, Malang. Kami berenam belum pernah bertemu sama sekali. Saya membikin thread di salah satu forum backpacker tentang keinginan saya bertandang ke Pulau Sempu, dan disambut baik oleh 5 kawan baru ini.
Kami pun sepakat untuk backpacker-an bersama. Namun sabtu (29/01) terjadi kendala teknis. Kawan yang berasal dari Malang yang tidak bisa berkumpul di Arjosari mengalami masalah transportasi. Hingga pukul ditentukan dia belum tiba. Kawan baru lain yang berasal dari Surabaya dan Gresik sudah berada di Terminal Gadang, meeting point kedua yang kami sepakati. Alhasil saya dan kawan-kawan baru sempat gelisah. Mendung mulai menggelayuti Kota Malang, dan saya berdoa di dalam hati semoga cuaca cerah dan kami tak harus menemui hujan. Thanks God! pukul 09.10 kawan saya tiba di Landung Sari dan kami langsung menunju Terminal Gadang.
Iseng-iseng saya bertanya berapa waktu yang ditempuh untuk mencapai Terminal Gadang. Jawaban yang saya dapat malah membuat rasa gelisah saya berkembang biak, “Satu jam mbak… saya juga masih cari penumpang, mbak ada apa emang di gadang? apa butuh cepat?” Wuihh, saya langsung mengutarakan tentang rencana saya dan beberapa kawan yang sudah mengunggu di Terminal Gadang untuk mengunjungi Pulau Sempu. Puji tuhan, bapak angkot memberikan tawaran menarik. Kami akan diantar langsung sampai ke Sendang Biru. Dan tinggal menyebrang ke Pulau Sempu. Setelah dealing harga, kami sepakat untuk diantar pulang-pergi ke Sendang Biru. Sungguh bapak angkot yang baik hati. Bahkan bapak ini rela menginap di pelabuhan, digigiti nyamuk sepanjang malam dan makan nasi pecel seharga 6 ribu.
Pukul 09.40 saya dan bapak angkot sampai di gadang, agak sulit menemukan 3 kawan yang lain, kami belum pernah bertemu, saya juga hanya melihat foto salah satu dari mereka. Saya langsung menelpon nomor salah satu dari kawan ini dan kami bertemu dengan saling melempar tawa kagum. Ya, benar, saya dan 5 orang yang belum pernah bertemu ini langsung saling berkenalan. Kami bercanda sepanjang perjalanan, menggosip tentang perjalanan seru yang akan kami lakukan beberapa jam kedepan. KAmi seperti kawan lama yang barusaja bertemu.
Sekitar 3- 4 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Sendang Biru. Jam makan siang menggantung di benak saya, dan saya mengajak kawan-kawan ini menikmati warung di pinggir pelabuhan Sendang Biru. Setelah makan kami langsung menuju Pos Perizinan untuk masuk ke Pulau Sempu. Tentu saja, Pulau Sempu adalah Cagar Alam. Di dalamnya ada beberap satwa yang dilindungi. Bahkan sebenarnya Pulau Sempu hanya diperuntukkan bagi orang yang berniat melakukan penelitian atau observasi, dan bukannnya tempat wisata. Tak heran di Sempu tak dibangun secuil pun bangunan, yang ada hanya pohon, lumpur, satwa dan karang.
Di perijinan, kami diterima dengan sangat baik oleh polisi hutan. Bapak paruh baya ini menerangkan bahwa Sempu adalah kawasan konservasi, bahwa kami tidak diperkenankan untuk mengunjunginya jika tidak membawa SIMAKSI, semacam surat izin yang didapat dari Kantor Perhutanan, Surabaya. Namun kami bisa memasuki Sempu karena kebijakan yang dibuat oleh bapak tersebut. Untuk itu kami mengeluarkan dana terimakasih. Memang wujud dari lemahnya birokrasi di Indonesia. Dana yang kami keluarkan tidak ditetapkan alias sukarela.
Pukul Setengah dua kami langsung menuju tempat pemberhentian kapal dan membayar biaya PP, tak lupa kami mencatat nomor handphone dan nomor kapal tersebut untuk dihubungi ketika pulang keesokan harinya.
Tepat pukul 14.00 kami sampai di teluk semut, pemberhentian kami di Pulau Sempu. Sungguh pulau yang menakjubkan. kami memasuki pulau tersebut sambil menggunakan sarung tangan. Duri-duri dan ranting dapat melukai telapak kami karena untuk melangkah pasti kami harus mencengkeram kuat ranting dan batang pohon disepanjang jalan.

medan yang menyapa kami
sekitar setengah jam kami trekking, kami menemukakan Burung Rangkok cantik yang terbang di atas kami. Sungguh menakjubkan. Sekitar sejam setengah berikutnya kami menemukan kalajengking mungil berwarna hitam sedang berjalan pelan ditengah tengah lumpur. Mata saya awas mencermati ranting dan sulur yang menjorok ke jalan mengkhawatirkan Green Snake yang bisa muncul kapan saja. Syukurlah kami tak bertemu satwa satwa yang membahayakan seperti ular dan macan.
Trekking yang tersaji dihadapan kami sangat menakjubkan jika saya boleh sedikit subyektif. Paduan antara tanah lempung pada musim hujan, karang, akar-akar pohon yang menjulur keluar masuk dihadapan kami. Menjadi penopang kaki empuk kami dan menghajar kaki telanjang beberapa kawan. Beberapa kawan lupa untuk mengenakan sandal gunung atau sepatu, akhirnya sendal selop yang dipakainya tak berfungsi. Tebalnya lumpur yang kami injak membenamkan kaki kami sekitar 5- 10 cm ke dalam tanah, sehingga ketika kaki diangkat lumpur ikut terangkat juga. Benar-benar menakjubkan, jika kami tak hati-hati kami akan terpeleset dan terbanting. Sungguh trekking yang menantang. Satu hal yang saya suka dari Sempu. Bukan hanya pantainya saja, tapi trekkingnya juga. Tidak terkalahkan oleh pantai-pantai yang lain.
Setelah menempuh 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Segara Anakan.

Sungguh pantai yang eksotis. Pantai ini terbentuk dari karang yang bolong menghadap langsung ke Samudera Pasifik. Karang yang bolong karena kencangnya ombak Samudera Pasifik membuat air laut menembus karang, melubanginya dan air memenuhi sebagian kecil hutan, menjadikannya laguna. Pasirnya teramat putih dan halus, karang yang masih kokoh sumber masuknya air membuat ombak yang dibentuk sedemikian kecil. Sangking kecilnya anda akan merasa berenang di kolam renang, hanya bedanya airnya asin dan dengan pemandangan pepohonan lebat dan kera-kera lucu yang berlompatan lincah. Sampai saat itu, saya dan kawan-kawan tidak menemukan jawaban, kami yang sedang menonton kera atau kera yang sedang menonton kami.
Setelah puas berenang seharian, matahari mulai tenggelam. Langit menggelap. Kami hampir hilang kesadaran, bahwa belum mendirikan tenda dan menyalakan lampu badai. Secepat kilat, kurang lebih 30 menit tenda dan lampu badai sudah siap. Kami menggelar poncho salah satu kawan dan duduk diatasnya sambil makan bekal. Debur ombak menderu deru dibelakang kami. Malam serasa magis. Jangan lupakan tentang langit. Matikan sentermu dan kamu akan menikmati lautan bintang. Ribuan kelap-kelip yang sangat benar-benar indah. Menyesal sekali tak satupun dari kami mampu membaca bintang. Malam semakin larut dan kami mulai mengantuk. Saya dan kawan-kawan pun tidur, berharap esok makin banyak kejutan Pulau Sempu yang menyapa kami.
Keesokan harinya pukul 2 pagi hujan mengguyur kami. Beruntung hanya sekitar satu jam. Pukul 6 pagi kami asik berfoto di atas karang yang menghadap langsung ke Samudera Pasifik. Setelah itu kami berenang-renang kembali bersama ikan cucut kecil di Segara Anakan. Naluri kami ingin berenang lebih jauh lagi, toh ombaknya kecil sekali. Beberapa dari kawan mengambil sandal terlebih dahulu, khawatir menginjak stone fish yang katanya berhabitat Segara Anakan. Saya sempat berceloteh ingin menambahkan testimonial pada sendal gunung merek Eiger kesayangan saya. “Suitable for swimming“. Saya merasa sangat terbantu berenang dengan sendal itu.
Pukul 8 pagi kami makan pagi dipinggir pantai, mengumpulkan semua makanan kami dan menghabiskannya.
Namun kami ternyata tak serakus itu. Kami bagikan ke beberapa kera yang malu-malu mendekati kami.
Pukul 08.30, walau saya tak rela, saya mengucapkan selamat tinggal kepada pasir, monyet, ombak, ikan cucut kecil dan samudera menakjubkan yang menyegarkan pikiran saya hingga se-segar ini.
Pukul 12 an kami sampai di teluk semut dan berenang renang membersihkan lumpur yang menempel pada celana dan baju.
beberapa saat kemudian kapal datang dan mengantar kami ke Sendang Biru. Sekali lagi saya menoleh kebelakang dan mengucapkan terimakasih ke Pulau Sempu.
Pulau Sempu adalah kawasan konservasi satwa. Sayangnya masih banyak manusia yang ternyata bodoh sekali hingga meninggalkan sampah botol mineral, bungkus mie instan dll. saya menganjurkan kawan2 lain untuk mengunjungi pulau yang menakjubkan ini, tapi saya mengecam keras kawan kawan yang dengan sengaja mengotori dan merusak kawasan konservasi ini.
jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kakimu :)
have a nice journey guys
Saya ingin bercerita tentang perjalanan saya ke Pulau Sempu di Malang Selatan. Tanggal 29-30 Januari 2011, saya bersama 5 orang kawan berniat bermain air dan menginap di Segara Anakan, Pulau Sempu.

Kami menyepakati meeting point di Terminal Arjosari, Malang. Kami berenam belum pernah bertemu sama sekali. Saya membikin thread di salah satu forum backpacker tentang keinginan saya bertandang ke Pulau Sempu, dan disambut baik oleh 5 kawan baru ini.
Kami pun sepakat untuk backpacker-an bersama. Namun sabtu (29/01) terjadi kendala teknis. Kawan yang berasal dari Malang yang tidak bisa berkumpul di Arjosari mengalami masalah transportasi. Hingga pukul ditentukan dia belum tiba. Kawan baru lain yang berasal dari Surabaya dan Gresik sudah berada di Terminal Gadang, meeting point kedua yang kami sepakati. Alhasil saya dan kawan-kawan baru sempat gelisah. Mendung mulai menggelayuti Kota Malang, dan saya berdoa di dalam hati semoga cuaca cerah dan kami tak harus menemui hujan. Thanks God! pukul 09.10 kawan saya tiba di Landung Sari dan kami langsung menunju Terminal Gadang.
Iseng-iseng saya bertanya berapa waktu yang ditempuh untuk mencapai Terminal Gadang. Jawaban yang saya dapat malah membuat rasa gelisah saya berkembang biak, “Satu jam mbak… saya juga masih cari penumpang, mbak ada apa emang di gadang? apa butuh cepat?” Wuihh, saya langsung mengutarakan tentang rencana saya dan beberapa kawan yang sudah mengunggu di Terminal Gadang untuk mengunjungi Pulau Sempu. Puji tuhan, bapak angkot memberikan tawaran menarik. Kami akan diantar langsung sampai ke Sendang Biru. Dan tinggal menyebrang ke Pulau Sempu. Setelah dealing harga, kami sepakat untuk diantar pulang-pergi ke Sendang Biru. Sungguh bapak angkot yang baik hati. Bahkan bapak ini rela menginap di pelabuhan, digigiti nyamuk sepanjang malam dan makan nasi pecel seharga 6 ribu.
Pukul 09.40 saya dan bapak angkot sampai di gadang, agak sulit menemukan 3 kawan yang lain, kami belum pernah bertemu, saya juga hanya melihat foto salah satu dari mereka. Saya langsung menelpon nomor salah satu dari kawan ini dan kami bertemu dengan saling melempar tawa kagum. Ya, benar, saya dan 5 orang yang belum pernah bertemu ini langsung saling berkenalan. Kami bercanda sepanjang perjalanan, menggosip tentang perjalanan seru yang akan kami lakukan beberapa jam kedepan. KAmi seperti kawan lama yang barusaja bertemu.
Sekitar 3- 4 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Sendang Biru. Jam makan siang menggantung di benak saya, dan saya mengajak kawan-kawan ini menikmati warung di pinggir pelabuhan Sendang Biru. Setelah makan kami langsung menuju Pos Perizinan untuk masuk ke Pulau Sempu. Tentu saja, Pulau Sempu adalah Cagar Alam. Di dalamnya ada beberap satwa yang dilindungi. Bahkan sebenarnya Pulau Sempu hanya diperuntukkan bagi orang yang berniat melakukan penelitian atau observasi, dan bukannnya tempat wisata. Tak heran di Sempu tak dibangun secuil pun bangunan, yang ada hanya pohon, lumpur, satwa dan karang.
Di perijinan, kami diterima dengan sangat baik oleh polisi hutan. Bapak paruh baya ini menerangkan bahwa Sempu adalah kawasan konservasi, bahwa kami tidak diperkenankan untuk mengunjunginya jika tidak membawa SIMAKSI, semacam surat izin yang didapat dari Kantor Perhutanan, Surabaya. Namun kami bisa memasuki Sempu karena kebijakan yang dibuat oleh bapak tersebut. Untuk itu kami mengeluarkan dana terimakasih. Memang wujud dari lemahnya birokrasi di Indonesia. Dana yang kami keluarkan tidak ditetapkan alias sukarela.
Pukul Setengah dua kami langsung menuju tempat pemberhentian kapal dan membayar biaya PP, tak lupa kami mencatat nomor handphone dan nomor kapal tersebut untuk dihubungi ketika pulang keesokan harinya.
Tepat pukul 14.00 kami sampai di teluk semut, pemberhentian kami di Pulau Sempu. Sungguh pulau yang menakjubkan. kami memasuki pulau tersebut sambil menggunakan sarung tangan. Duri-duri dan ranting dapat melukai telapak kami karena untuk melangkah pasti kami harus mencengkeram kuat ranting dan batang pohon disepanjang jalan.

medan yang menyapa kami
sekitar setengah jam kami trekking, kami menemukakan Burung Rangkok cantik yang terbang di atas kami. Sungguh menakjubkan. Sekitar sejam setengah berikutnya kami menemukan kalajengking mungil berwarna hitam sedang berjalan pelan ditengah tengah lumpur. Mata saya awas mencermati ranting dan sulur yang menjorok ke jalan mengkhawatirkan Green Snake yang bisa muncul kapan saja. Syukurlah kami tak bertemu satwa satwa yang membahayakan seperti ular dan macan.
Trekking yang tersaji dihadapan kami sangat menakjubkan jika saya boleh sedikit subyektif. Paduan antara tanah lempung pada musim hujan, karang, akar-akar pohon yang menjulur keluar masuk dihadapan kami. Menjadi penopang kaki empuk kami dan menghajar kaki telanjang beberapa kawan. Beberapa kawan lupa untuk mengenakan sandal gunung atau sepatu, akhirnya sendal selop yang dipakainya tak berfungsi. Tebalnya lumpur yang kami injak membenamkan kaki kami sekitar 5- 10 cm ke dalam tanah, sehingga ketika kaki diangkat lumpur ikut terangkat juga. Benar-benar menakjubkan, jika kami tak hati-hati kami akan terpeleset dan terbanting. Sungguh trekking yang menantang. Satu hal yang saya suka dari Sempu. Bukan hanya pantainya saja, tapi trekkingnya juga. Tidak terkalahkan oleh pantai-pantai yang lain.
Setelah menempuh 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Segara Anakan.

Sungguh pantai yang eksotis. Pantai ini terbentuk dari karang yang bolong menghadap langsung ke Samudera Pasifik. Karang yang bolong karena kencangnya ombak Samudera Pasifik membuat air laut menembus karang, melubanginya dan air memenuhi sebagian kecil hutan, menjadikannya laguna. Pasirnya teramat putih dan halus, karang yang masih kokoh sumber masuknya air membuat ombak yang dibentuk sedemikian kecil. Sangking kecilnya anda akan merasa berenang di kolam renang, hanya bedanya airnya asin dan dengan pemandangan pepohonan lebat dan kera-kera lucu yang berlompatan lincah. Sampai saat itu, saya dan kawan-kawan tidak menemukan jawaban, kami yang sedang menonton kera atau kera yang sedang menonton kami.
Setelah puas berenang seharian, matahari mulai tenggelam. Langit menggelap. Kami hampir hilang kesadaran, bahwa belum mendirikan tenda dan menyalakan lampu badai. Secepat kilat, kurang lebih 30 menit tenda dan lampu badai sudah siap. Kami menggelar poncho salah satu kawan dan duduk diatasnya sambil makan bekal. Debur ombak menderu deru dibelakang kami. Malam serasa magis. Jangan lupakan tentang langit. Matikan sentermu dan kamu akan menikmati lautan bintang. Ribuan kelap-kelip yang sangat benar-benar indah. Menyesal sekali tak satupun dari kami mampu membaca bintang. Malam semakin larut dan kami mulai mengantuk. Saya dan kawan-kawan pun tidur, berharap esok makin banyak kejutan Pulau Sempu yang menyapa kami.
Keesokan harinya pukul 2 pagi hujan mengguyur kami. Beruntung hanya sekitar satu jam. Pukul 6 pagi kami asik berfoto di atas karang yang menghadap langsung ke Samudera Pasifik. Setelah itu kami berenang-renang kembali bersama ikan cucut kecil di Segara Anakan. Naluri kami ingin berenang lebih jauh lagi, toh ombaknya kecil sekali. Beberapa dari kawan mengambil sandal terlebih dahulu, khawatir menginjak stone fish yang katanya berhabitat Segara Anakan. Saya sempat berceloteh ingin menambahkan testimonial pada sendal gunung merek Eiger kesayangan saya. “Suitable for swimming“. Saya merasa sangat terbantu berenang dengan sendal itu.
Pukul 8 pagi kami makan pagi dipinggir pantai, mengumpulkan semua makanan kami dan menghabiskannya.
Namun kami ternyata tak serakus itu. Kami bagikan ke beberapa kera yang malu-malu mendekati kami.Pukul 08.30, walau saya tak rela, saya mengucapkan selamat tinggal kepada pasir, monyet, ombak, ikan cucut kecil dan samudera menakjubkan yang menyegarkan pikiran saya hingga se-segar ini.
Pukul 12 an kami sampai di teluk semut dan berenang renang membersihkan lumpur yang menempel pada celana dan baju.

beberapa saat kemudian kapal datang dan mengantar kami ke Sendang Biru. Sekali lagi saya menoleh kebelakang dan mengucapkan terimakasih ke Pulau Sempu.
Pulau Sempu adalah kawasan konservasi satwa. Sayangnya masih banyak manusia yang ternyata bodoh sekali hingga meninggalkan sampah botol mineral, bungkus mie instan dll. saya menganjurkan kawan2 lain untuk mengunjungi pulau yang menakjubkan ini, tapi saya mengecam keras kawan kawan yang dengan sengaja mengotori dan merusak kawasan konservasi ini.
jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kakimu :)
have a nice journey guys
Sabtu, 05 Februari 2011
tuan pangeran

Saya tak mengenal anda dengan sempurna. Tak tahu latar belakang anda untuk mengenal anda seperti apa sekarang. Saya juga tak ada ide tentang personality anda karena saya tak pernah menatap anda, berinteraksi dengan anda. Tentu saja. Sama ketika saya tak punya ide dengan betapa saya menyukai anda. Saya mengenal anda lewat tulisan-tulisan anda. Saya menebak seperti apa anda dengan meresapi kata-kata yang anda ketikkan. Dalam pikiran-pikiran anda yang tersurat didunia ini. Sekilas saya seperti sebagai pengagum anda. Sebatas menyukai karakter anda pada tulisan anda. Hingga saya sadar peran itu adalah diri anda didunia nyata. Saya tak tahu anda didalam dunia nyata. Saya tahu diri anda di dalam tulisan anda. Saya menyukai anda sepertinya.
Ketika membaca rangkaian kata anda, saya seaakan terbawa ke dalam dunia nyata anda. Menatap anda dalam ketransparanan dan melihat anda secara langsung. Anda pendeskripsi yang cukup baik. Saya ingin memuji ini. Meresapi kata yang anda rangkaikan, membawa saya dalam mimpi yang ada dibenak saya. Menjanjikan saya tentang anda. Tentang yang kini menjadi mimpi saya. Dunia impian saya yang ternyata dipenuhi oleh mimipi-mimpi yang saya pikir sekarang bukan suatu yang irrasional. Saya menyukai anda dalam rangkaian dunia anda.
Di waktu lalu, saya pernah menanggalkan rasa ini. Mencoba kembali ke dalam dunia yang saya pikir saya sukai dan saya inginkan. Dan saya pun sukses menjalaninnya. Tiap hari dalam hidup saya, saya memikirkan target dan pencapaian yang saya ikrarkan pada hidup saya. Menempa jiwa dan pikiran saya pada obsesi saya pada hidup ini. Dan tentu saja itu berakhir. Ketika saya pertama, kedua dan beberapa kali mengenal anda di tulisan anda. Namun, saya benar tak ingin gegabah. Saya memang wanita yang menyukai kemagisan dan bermimpi tentang dunia dongeng. Saya tak boleh membiarkan kelalaian ini terjadi dalam kehidupan saya. Kelalaian saya tentang penilaian saya kepada anda. Saya menunggu perjumpaan dengan anda, pengenalan diri anda bukan anda dalam pikiran anda. Tapi jika anda tahu, saya sudah memberi tanda bintang pada catatan kaki saya untuk anda.
Selasa, 25 Januari 2011
R.I.P
Sabtu, 01 Januari 2011
muslihat oase
Kabut tipis samar dan tebal memenuhi setapak lebar dihadap. Menutupi pandangan setengah setengah. Pemandangan yang indah pun tertutupi tak terampuni. menjerit lagi. Menagisi sebagian yang hilang. Jika benar ini sebagian. Apa yang termiliki sekarang? dan mimpi ini masih menjadi mimpi. Masihkah ini masih bisa menjadi ‘milik’ setelah memporakkan sekedipan. Setelah hanya bisa melakukan yang tak berarti dan terkekang dengan semua sistem bayangan. Akankah dengan ini, terlalu menjustifikasi dan mengkungkung sendiri dengan tuntutan budaya ini. Atau hanya sedikit lelah dan putus asa ketika mimpiku hanya bualan.
Aku tahu ini hidup. Tentang hidup adalah suatu permasalahan yang sangat kompleks. Tentang kelahiran yang dengan sendiri. Dan meninggalkan dengan sendirnya. Tapi ternyata tak bisa benar-benar berfikir untuk egois dan menyenangkan pribadi. Hidup dari awal melulu tentang meminta bantuan. Hingga ketika meninggalkan pun, melulu tentang merepotkan. Lalu ketika dalam menggejolak berteriak. Kapan waktu untuk sendiri? Sebagian diri yg lain berteriak tak ada.entah sampai kapan. Lantas jika tak bisa akur dalam jiwa. Apa yg bisa diusahakan untuk bahagia? Oh no.. too pathethic?!
Dan ketika mulai tak bisa egois untuk sendiri. Hal hal menyedihkan mulai terjadi. Lemari dihadapanmu penuh dengan topeng-topeng berbagai macam ekspresi. Dan yang terjadi, mulai tak mengenali mana yang sebenarnya. Seperti ini. tak tahu benar apa yang lakukan. Buta arah dan mati rasa. Kehampaah menyergap dan terantuk maya di tiap jengkal langkahmu. Kopi tumpah dan gelas pecah. Ludes.
Pernah terdengar semua kesenangan dan keindahan. Pernah tercium aroma manis kenangan dan harapan. Namun ketika periode ini datang. Layak kayu kering terbakar saja. Bicarakan semua ini dengan teriakan ancaman dan amarah. Selesaikah? Tentu saja selesai dengan akhir yang kau takkan sukai.
Dan bagaimana dengan akhir adalah yang indah. Bukan karena hilang semangat dan harapan lagi. Hanya sedikit kebutaan rasa masa lalu yang baru kini terasa. Masa dulu yang muslihat.
Aku tahu ini hidup. Tentang hidup adalah suatu permasalahan yang sangat kompleks. Tentang kelahiran yang dengan sendiri. Dan meninggalkan dengan sendirnya. Tapi ternyata tak bisa benar-benar berfikir untuk egois dan menyenangkan pribadi. Hidup dari awal melulu tentang meminta bantuan. Hingga ketika meninggalkan pun, melulu tentang merepotkan. Lalu ketika dalam menggejolak berteriak. Kapan waktu untuk sendiri? Sebagian diri yg lain berteriak tak ada.entah sampai kapan. Lantas jika tak bisa akur dalam jiwa. Apa yg bisa diusahakan untuk bahagia? Oh no.. too pathethic?!
Dan ketika mulai tak bisa egois untuk sendiri. Hal hal menyedihkan mulai terjadi. Lemari dihadapanmu penuh dengan topeng-topeng berbagai macam ekspresi. Dan yang terjadi, mulai tak mengenali mana yang sebenarnya. Seperti ini. tak tahu benar apa yang lakukan. Buta arah dan mati rasa. Kehampaah menyergap dan terantuk maya di tiap jengkal langkahmu. Kopi tumpah dan gelas pecah. Ludes.
Pernah terdengar semua kesenangan dan keindahan. Pernah tercium aroma manis kenangan dan harapan. Namun ketika periode ini datang. Layak kayu kering terbakar saja. Bicarakan semua ini dengan teriakan ancaman dan amarah. Selesaikah? Tentu saja selesai dengan akhir yang kau takkan sukai.
Dan bagaimana dengan akhir adalah yang indah. Bukan karena hilang semangat dan harapan lagi. Hanya sedikit kebutaan rasa masa lalu yang baru kini terasa. Masa dulu yang muslihat.
Selasa, 09 November 2010
hanya ada aku dan pikiranku
aku sadar dari mati sejenakku.
tapi mataku enggan menyapa sinar yang temaram merah di pelupuk.
pagi ini berulang......, lagi.
pagi yang sama.masih..
Seperti pagi yang aku alami belakangan.
Muak sebenarnya sudah memenuhi rohaniku.
tapi tak kuasaku atas ketidaksukaanku.
kelopakku mulai membuka.
dipaksa oleh kepegalan yang menjalari syaraf motorikku.
mereka ingin bebas dan berlari. Selalu seperti itu.
sangat berseberangan dengan bagian yang lain.
kejenuhan telah merajai bagian yang lain...
ketakutan pun berlomba bertumbuh. layak duri pada mawar.
dan keindahan cukup menumbuhkan duri ketakutan akan terlepasnya.
kaki dan tangan mulai melakukannya. dengan sedikit terpaksa. ingatlah ini hanya awalan, tak apa sedikit di pecut.
pun ketika kuda liar sudah menemukan temponya akan berlari kencang sekali. dan tak terhentikan.
untuk sementara waktu. yang cukup berharga.
maka apalah artinya sedikit pecutan di awal?
apakah aku naif?
berfikir tentang sinar matahari dalam cekungan prisma.
tentang panda gendut yang memenuhi hutan bambu kuning di daratan china.
tentang beruang berwarna putih yang berenang dalam keramaian ikan dengan suhu dibawah nol derajat.
tentang kicau burung yang tiap pagi ber siul-siul, merayakan mentari dan siap berpesta ulat.
"tak akan pernah mulus," ak menjamin. walau kuda sudah menemukan temponya.
kepastian adalah hal yang benar tak bisa dijanjikan. pernyataan klasik. yang membosankan.
harap hari ini. hanyalah lukisan. dipenuhi warna kemilau keemasan.
kekuatan yang sampai sekarang aku hanya mimpikan.
keinginan yang selalu menjadi pecut.
ambisi yang memerah darah.
dan tak akan pernah ada akhir dari sebuah penutupan.
setidaknya hingga tiba waktunya.
tapi mataku enggan menyapa sinar yang temaram merah di pelupuk.
pagi ini berulang......, lagi.
pagi yang sama.masih..
Seperti pagi yang aku alami belakangan.
Muak sebenarnya sudah memenuhi rohaniku.
tapi tak kuasaku atas ketidaksukaanku.
kelopakku mulai membuka.
dipaksa oleh kepegalan yang menjalari syaraf motorikku.
mereka ingin bebas dan berlari. Selalu seperti itu.
sangat berseberangan dengan bagian yang lain.
kejenuhan telah merajai bagian yang lain...
ketakutan pun berlomba bertumbuh. layak duri pada mawar.
dan keindahan cukup menumbuhkan duri ketakutan akan terlepasnya.
kaki dan tangan mulai melakukannya. dengan sedikit terpaksa. ingatlah ini hanya awalan, tak apa sedikit di pecut.
pun ketika kuda liar sudah menemukan temponya akan berlari kencang sekali. dan tak terhentikan.
untuk sementara waktu. yang cukup berharga.
maka apalah artinya sedikit pecutan di awal?
apakah aku naif?
berfikir tentang sinar matahari dalam cekungan prisma.
tentang panda gendut yang memenuhi hutan bambu kuning di daratan china.
tentang beruang berwarna putih yang berenang dalam keramaian ikan dengan suhu dibawah nol derajat.
tentang kicau burung yang tiap pagi ber siul-siul, merayakan mentari dan siap berpesta ulat.
"tak akan pernah mulus," ak menjamin. walau kuda sudah menemukan temponya.
kepastian adalah hal yang benar tak bisa dijanjikan. pernyataan klasik. yang membosankan.
harap hari ini. hanyalah lukisan. dipenuhi warna kemilau keemasan.
kekuatan yang sampai sekarang aku hanya mimpikan.
keinginan yang selalu menjadi pecut.
ambisi yang memerah darah.
dan tak akan pernah ada akhir dari sebuah penutupan.
setidaknya hingga tiba waktunya.
Sabtu, 18 September 2010
gunung, salah satu dari alam yang saya idolakan
Gunung memiliki banyak sekali sisi yang bisa dipandangi. Jika dilihat dari arah barat, timur, utara dan, selatan, gunung menunjukkan siluet yang berbeda beda. Dan jika hari cerah, jika hari berawan dan jika hari mendung, gerimis sampai hujan badai, gunung memiliki daya tarik dan pesonanya tersendiri. Gunung selalu bisa mengekspresikan dirinya. terkadang gunung hampir ditutupi kabut putih dan awan tebal, seakan dia sedang minta waktu untuk sejenak sendirian, sedang malas untuk memamerkan keindahannya. Suatu ketika, Gunung terlihat sangat jelas dan indah. seakan ingin berkata, aku sangat memukau bukan? dan bersujudlah memohon ampun pada yang menciptakan aku dan kamu, menyadarkan betapa besarnya daya yang dimiliki Sang pencipta.
Pemandangan yang sangat indah ini, mempesonakan saya. Selalu. Hingga saat ini, saya selalu terhibur dengan semua pemandangan ini. ketika ia menampakkan jelas teksturnya, pepohonannya, retakan dan bukit-bukitnya, bayangan awan pada sisi lain lembahnya, yang membuat warna lembah sedikit menggelap, degradasi warna hijau yang menggelap dan menerang dengan sempurna dan bagaimana seakan akan sepucuk awan yang tersangkut di ujung puncaknya dengan sangat puitis. Semuanya begitu indah dan menentramkan bathin. saya benar2 tak bisa menemukan kata yang sesuia untuk mengungkapkan keindahan ini, fantastis? spektakuler? keren, menakjubkan? seribukali dari kata kata itu.
dan selain indahnya, mungkin yang sering dirasa sekarang adalah manfaatnya. gunung memberi kesempatan dan mimpi untuk hidup. Janji akan adanya hari esok. Dengan adanya gunung yang lebat dan segar oleh pepohonan dan ramai oleh satwa-satwa penghuninya. Benar! gunung memberi asupan oksigen dengan dosis yang tinggi. entah jika masih ada pihak yang meragukan hal ini.
manusia memiliki banyak sekali kebutuhan. dan semua manusia sadar akan hal ini. mereka tahu tak pernah ada kata puas dalam buku nafsunya. tak ayal, alam menjadi korbannya. Hutan menjadi gundul. mahasiswa sibuk mencari kertas HVS untuk tugas tugas makalah dan tugas akhirnya. Permintaan Meubel melunjak,l pejabat ingin gengsinya tinggi sehingga meubelnya ganti per periode, belum lagi rumah tangga baru yang membutuhkan rumah dan meubelnya. dan semua orang hanya bisa teriak, "hoi gunungnya kok gundul??panas tauk!!" "dan keesokan harinya, saya mau bnagun rumah, mau bikin Meubel2 mahal, saya mau ngeprint ini - itu, dll... "
saya bukan org yang benar2 idealis, saya cuma tak mengerti, apakah hal yang kita hanya bisa duduk, melihat dan diam. kita semua membutuhkan itu. kita terbiasa dimanja oleh alam, memanfaatkan alam. dan kita tak terbiasa untuk menganggap alam lebih. kita tamungkin tak terbiasa menjaganya, tak terbiasa memikirkan nasib alam kedepannya sehingga mungkin kita cenderung mengabaikannya. hmm, kasian sekali kau alam ku, habis manis sepah dibuang.
alam, saya ingin sepertimu, saya ingin indah sepertimu, ingin seperti kamu yang berguna kepada sekelilingmu, ingin kuat sepertimu, ingin saya sepertimu, saya iri dengan ketulusanmu, iri dengan semuanya, Alam...ingatkan saya ketika saya mulai membuatmu tak nyaman, ketika aku mulai mengganggumu, mulai menyakitimu lagi, dan terimakasih atas semua maaf dan toleransi ini., saya sayang kamu alam ku.
Pemandangan yang sangat indah ini, mempesonakan saya. Selalu. Hingga saat ini, saya selalu terhibur dengan semua pemandangan ini. ketika ia menampakkan jelas teksturnya, pepohonannya, retakan dan bukit-bukitnya, bayangan awan pada sisi lain lembahnya, yang membuat warna lembah sedikit menggelap, degradasi warna hijau yang menggelap dan menerang dengan sempurna dan bagaimana seakan akan sepucuk awan yang tersangkut di ujung puncaknya dengan sangat puitis. Semuanya begitu indah dan menentramkan bathin. saya benar2 tak bisa menemukan kata yang sesuia untuk mengungkapkan keindahan ini, fantastis? spektakuler? keren, menakjubkan? seribukali dari kata kata itu.
dan selain indahnya, mungkin yang sering dirasa sekarang adalah manfaatnya. gunung memberi kesempatan dan mimpi untuk hidup. Janji akan adanya hari esok. Dengan adanya gunung yang lebat dan segar oleh pepohonan dan ramai oleh satwa-satwa penghuninya. Benar! gunung memberi asupan oksigen dengan dosis yang tinggi. entah jika masih ada pihak yang meragukan hal ini.
manusia memiliki banyak sekali kebutuhan. dan semua manusia sadar akan hal ini. mereka tahu tak pernah ada kata puas dalam buku nafsunya. tak ayal, alam menjadi korbannya. Hutan menjadi gundul. mahasiswa sibuk mencari kertas HVS untuk tugas tugas makalah dan tugas akhirnya. Permintaan Meubel melunjak,l pejabat ingin gengsinya tinggi sehingga meubelnya ganti per periode, belum lagi rumah tangga baru yang membutuhkan rumah dan meubelnya. dan semua orang hanya bisa teriak, "hoi gunungnya kok gundul??panas tauk!!" "dan keesokan harinya, saya mau bnagun rumah, mau bikin Meubel2 mahal, saya mau ngeprint ini - itu, dll... "
saya bukan org yang benar2 idealis, saya cuma tak mengerti, apakah hal yang kita hanya bisa duduk, melihat dan diam. kita semua membutuhkan itu. kita terbiasa dimanja oleh alam, memanfaatkan alam. dan kita tak terbiasa untuk menganggap alam lebih. kita tamungkin tak terbiasa menjaganya, tak terbiasa memikirkan nasib alam kedepannya sehingga mungkin kita cenderung mengabaikannya. hmm, kasian sekali kau alam ku, habis manis sepah dibuang.
alam, saya ingin sepertimu, saya ingin indah sepertimu, ingin seperti kamu yang berguna kepada sekelilingmu, ingin kuat sepertimu, ingin saya sepertimu, saya iri dengan ketulusanmu, iri dengan semuanya, Alam...ingatkan saya ketika saya mulai membuatmu tak nyaman, ketika aku mulai mengganggumu, mulai menyakitimu lagi, dan terimakasih atas semua maaf dan toleransi ini., saya sayang kamu alam ku.
Rabu, 15 September 2010
Kung Fu Kid- sedikit berbagi apa yang saya suka dari film ini
Setiap manusia memiliki kemampuannya sendiri-sendiri. Tiap manusia juga memiliki obsesinya masing-masing. Celakanya manusia selalu hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Dan ketika mereka tidak sependapat atau se iya se kata terjadilah benturan. Benturan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Membuat munculnya dua pihak utama, pihak pertama umpamakan saja pihak yang memiliki kuasa lebih dari yang dimiliki oleh pihak kedua. akhirnya ada yang merasa sedikit terpuruk atau kalah. dan itu bukan masah. masalahnya adalah orang itu mau bangkit atau berdiam diri. KIta tak usah menjustifikasi mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang jahat, "benar" adalah kata yang sensitif dan amat sangat relatif. Pun tak ada indikator yang mutlak dan diterima oleh semua umat manusia.
Semalam saya menonton film berjudul Karate Kid. Karate Kin adalah film baru Jackie Chan. namun disini dia bukan menjadi tokoh utamanya. tokoh utamanya tak lain adalah Dre. Dre adalah anak umur belasan yang pindah dari Detroit ke China bersama ibunya. Dalam film ini tak dijelaskan alasan konkrit mengapa Dre dan ibunya harus menetap di China. Yang jelas adalah Dre dan ibunya tak bisa kembali ke Detroit dan harus menetap di China.
Suatu sore, Dre mengunjungi taman bermain di dekat apartemennya. disana Dre berkenalan dengan gadis china bernama Mei Ling yang sedang berlatih biola. Dalam sekejap mereka berdua akrab. Namun, tiba-tiba datang segerombolan anak laki-laki china yang mengganggu mereka, tampaknya salah satu anak laki-laki itu terlihat tidak senang dengan kebersamaan Dre dengan Mei Ling. (sy lupa namany, hehe sebut saja Nakal1 ) Dre merasa tersinggung dan ,menantang Nakal1, sayangnya Dre gegabah, dan dihajar habis2 san oleh Nakal1 yang ternyata amat sangat mahir dalam Kungfu. Dre yang sakit dan babak belur pun pulang dengan muka masam.
Keesokan harinya Dre mendaftar ke suatu sekolah di China yang ternyata juga sekolah Nakal1 dan Mei Ling. Dre pun semakin akrab dengan Mei Ling dan semakin dendam pada Nakal1. Puncaknya Dre mengikuti Nakal1 sepulang sekolah dan mencari kesempatan untuk membalas Nakal1 . dewi Fortune sepertinya berpihak pada Dre, Dre melihat seember penuh cairan pembuangan berwarna hitam pekat dari pipa pembuangan tak jauh dari tempatnya bersembunyi dan melemparkan ke Nakal1 dan sekumpulan temannya hingga basah kuyup. Dre lari dan anak2 itu pun mengejarnya. sayangnya Dre bertemu jalan buntu dan terkepung dengan sekumpulan anak yang sedang emosi pun ahli kungfu. Dapat ditebak Dre lebam lebam dalam beberapa menit. Tiba tiba muncullah A Han, yang dimainkan oleh jackie chan. A HAn melerai mereka, namun Nakal1 dan sekumpulannya tak mengindahkan nasihat A Han. Akhirnya pertarungan pun tak dapat dielakkan. A Han dapat dengan mudah menangkis serangan dari sekumpulan anak2 tadi tanpa memukul mereka secara langsung. Anak anak itu pun akhirnya melepaskan A HAn dan Dre. A han membawa pulang Dre dan mengobatinya dengan terapi CHaufu. Dre pun langsung pulih dan memohon A HAn untuk menerimanya sebagai murid untuk membalas Nakal1 1 dan teman temannya, tapi Ahan menolak. A han menjelaskan bahwa itu bukan Kungfu, Kung Fu adalah budaya china yang sangat esensial dan menjadi karakter China. A Han juga menambahkan bahwa guru sekumpulan anak tadi kurang memberi pemahaman pada muridnya, akhirnya Dre dan A Han sepakat menemui Guru anak itu di perguruannya.
Setibanya disana A Han menyaksikan secara langsung bagaimana Guru mengajarkan Kung Fu pada para anak didiknya. Ahan pun sadar keyakinannya tak mungkin dipaksakan pada Guru. A Han langsung kehilangan minat untuk berbicara dengan Guru. Sayangnya Guru tak merelakan kepergian A HAn dan Dre tanpa ada pertarungan. A han awalnya menolak, tapi guru sangat memaksa salah satu dari mereka (A HAn dan Dre) harus bertanding dengan anak didiknya. A HAn akhirnya menjanjikan Dre akan bertarung tapi di kejuaraan Kung Fu China. Guru membiarkan Ahan Dan Dre pulang setelah menyepakati usul tersebut.
Dre langsung dididik bagaimana Kung Fu yang sebenarnya. tentang Kung Fu yang merupakan kesatuan dari tiap aktifitas manusia. Kebesaran dan keagungan Kung Fu.
musim berganti dan Dre berlatih tanpa lelah.
Hari kejuaraan pun tiba. Dre mengalahkan jagoan unggulan dari perguruan Kung Fu lain satu per satu. Nakal1 pun mengalahkan lawannya satu persatu, hingga pada akhirnya tibalah babak semi final. Di babak semifinal Dre bertarung dengan salah satu murid perguruan Guru tadi, namun bukan Nakal1. Sayangnya dalam pertandingan itu, kaki Dre cidera berat dan dinyatakan oleh dokter bahwa ia tak mungkin bisa melanjutkan pertandingan,
Inilah saat atau adegan yang benar2 saya sukai!!, Saaat itu Dre memohon kepada A Han untuk mengobatinya dengan terapi Chaufu. dan ternyata ditolak mentah mentah oleh A Han, alasannya A HAn tak kuat lagi jika melihat Dre sakit dan menderita lagi. Oh betapa saya suka ekspresi kasih sayang yang muncul dari wajah A Han. (so something!!!!) Namun Dre kukuh memaksa. Saat itu Dre menjawab bahwa dia ingin melanjutkan pertandingan ini sampai selesai. A Han pun Bertanya mengapa dia sangat ingin melanjutkan pertandingan itu. Dan dijawab Dre pada detik itu dia masih merasa takut. dan dia tahu merasa takut adalah perasaan yang tidak baik. Dia juga menambahkan dia hanya ingin menjadi berani, dia tak perduli lagi akan menang atau kalah, dia sudah tak perduli lagi. dia hanya ingin menghadapi ini dengan berani dan berharap dia tak akan pernah takut lagi pada apa yang menimpanya. Dre memprotes A HAn, bagaimana bisa setelah semua ini berlalu, sejauh ini perkembangannya, A HAn menolak untuk membantu Dre di saat saat terakhir menghilangkan rasa takutnya. Dan lagi ekspresi yang benar sekalii sangat saya sukaii, ketika mimik A Han mantap melakukan terapi Chaufu pada Dre.
Dre segera pulih dan kembali ke lapangan untuk menghadapi Nakal1. Syarat dinobatkan menjadi Juara di kejuaraan Kung Fu China itu adalah memukul lawan sebanyak 3 kali. Pertandingan berlanjut dengan sengit dan tegang. Nakal 1 berhasil memukul Dre. Berlanjut satu dan Nakal1 terkena pukulan oleh Dre. Dre menjadi sedikit bersemangat dan mendapatkan pukulan keduanya pada Nakal1. Dre sedikit tak fokus dan akhirnya terkena pukulan Nakal1. Poin pun impas 2-2, satu pukulan lagi akan menentukan siapa pemenangnya. Istirahat diajukan selama beberapa menit, Dre diingatkan untuk kembali fokus dan fokus. Sedangkan Nakal satu diingatkan untuk hajar tiada ampun oleh si Guru Gila. Babak yang sangat menegangkan ini pun dimulai. Secara tak disangka Dre memainkan jurus Kung Fu yang dilihatnya di kampung A Han, Dre memainkan jurus itu dengan baik, dan akhirnya Nakal 1 lengah dan Dre sukses mendaratkan tendangan di kepala Nakal1. Dre sukses menjadi juara di kejuaraan Kung Fu China kali itu.
Dre pernah jatuh dan dia tidak putus asa atau lari dari kekalahannya. Dre tetap berdiri dan berlari untuk mengejar ketertinggalannya, dan Dre berhasil mencapainya.
Huahhhhhh... totally nice film>>>
Semalam saya menonton film berjudul Karate Kid. Karate Kin adalah film baru Jackie Chan. namun disini dia bukan menjadi tokoh utamanya. tokoh utamanya tak lain adalah Dre. Dre adalah anak umur belasan yang pindah dari Detroit ke China bersama ibunya. Dalam film ini tak dijelaskan alasan konkrit mengapa Dre dan ibunya harus menetap di China. Yang jelas adalah Dre dan ibunya tak bisa kembali ke Detroit dan harus menetap di China.
Suatu sore, Dre mengunjungi taman bermain di dekat apartemennya. disana Dre berkenalan dengan gadis china bernama Mei Ling yang sedang berlatih biola. Dalam sekejap mereka berdua akrab. Namun, tiba-tiba datang segerombolan anak laki-laki china yang mengganggu mereka, tampaknya salah satu anak laki-laki itu terlihat tidak senang dengan kebersamaan Dre dengan Mei Ling. (sy lupa namany, hehe sebut saja Nakal1 ) Dre merasa tersinggung dan ,menantang Nakal1, sayangnya Dre gegabah, dan dihajar habis2 san oleh Nakal1 yang ternyata amat sangat mahir dalam Kungfu. Dre yang sakit dan babak belur pun pulang dengan muka masam.
Keesokan harinya Dre mendaftar ke suatu sekolah di China yang ternyata juga sekolah Nakal1 dan Mei Ling. Dre pun semakin akrab dengan Mei Ling dan semakin dendam pada Nakal1. Puncaknya Dre mengikuti Nakal1 sepulang sekolah dan mencari kesempatan untuk membalas Nakal1 . dewi Fortune sepertinya berpihak pada Dre, Dre melihat seember penuh cairan pembuangan berwarna hitam pekat dari pipa pembuangan tak jauh dari tempatnya bersembunyi dan melemparkan ke Nakal1 dan sekumpulan temannya hingga basah kuyup. Dre lari dan anak2 itu pun mengejarnya. sayangnya Dre bertemu jalan buntu dan terkepung dengan sekumpulan anak yang sedang emosi pun ahli kungfu. Dapat ditebak Dre lebam lebam dalam beberapa menit. Tiba tiba muncullah A Han, yang dimainkan oleh jackie chan. A HAn melerai mereka, namun Nakal1 dan sekumpulannya tak mengindahkan nasihat A Han. Akhirnya pertarungan pun tak dapat dielakkan. A Han dapat dengan mudah menangkis serangan dari sekumpulan anak2 tadi tanpa memukul mereka secara langsung. Anak anak itu pun akhirnya melepaskan A HAn dan Dre. A han membawa pulang Dre dan mengobatinya dengan terapi CHaufu. Dre pun langsung pulih dan memohon A HAn untuk menerimanya sebagai murid untuk membalas Nakal1 1 dan teman temannya, tapi Ahan menolak. A han menjelaskan bahwa itu bukan Kungfu, Kung Fu adalah budaya china yang sangat esensial dan menjadi karakter China. A Han juga menambahkan bahwa guru sekumpulan anak tadi kurang memberi pemahaman pada muridnya, akhirnya Dre dan A Han sepakat menemui Guru anak itu di perguruannya.
Setibanya disana A Han menyaksikan secara langsung bagaimana Guru mengajarkan Kung Fu pada para anak didiknya. Ahan pun sadar keyakinannya tak mungkin dipaksakan pada Guru. A Han langsung kehilangan minat untuk berbicara dengan Guru. Sayangnya Guru tak merelakan kepergian A HAn dan Dre tanpa ada pertarungan. A han awalnya menolak, tapi guru sangat memaksa salah satu dari mereka (A HAn dan Dre) harus bertanding dengan anak didiknya. A HAn akhirnya menjanjikan Dre akan bertarung tapi di kejuaraan Kung Fu China. Guru membiarkan Ahan Dan Dre pulang setelah menyepakati usul tersebut.
Dre langsung dididik bagaimana Kung Fu yang sebenarnya. tentang Kung Fu yang merupakan kesatuan dari tiap aktifitas manusia. Kebesaran dan keagungan Kung Fu.
musim berganti dan Dre berlatih tanpa lelah.
Hari kejuaraan pun tiba. Dre mengalahkan jagoan unggulan dari perguruan Kung Fu lain satu per satu. Nakal1 pun mengalahkan lawannya satu persatu, hingga pada akhirnya tibalah babak semi final. Di babak semifinal Dre bertarung dengan salah satu murid perguruan Guru tadi, namun bukan Nakal1. Sayangnya dalam pertandingan itu, kaki Dre cidera berat dan dinyatakan oleh dokter bahwa ia tak mungkin bisa melanjutkan pertandingan,
Inilah saat atau adegan yang benar2 saya sukai!!, Saaat itu Dre memohon kepada A Han untuk mengobatinya dengan terapi Chaufu. dan ternyata ditolak mentah mentah oleh A Han, alasannya A HAn tak kuat lagi jika melihat Dre sakit dan menderita lagi. Oh betapa saya suka ekspresi kasih sayang yang muncul dari wajah A Han. (so something!!!!) Namun Dre kukuh memaksa. Saat itu Dre menjawab bahwa dia ingin melanjutkan pertandingan ini sampai selesai. A Han pun Bertanya mengapa dia sangat ingin melanjutkan pertandingan itu. Dan dijawab Dre pada detik itu dia masih merasa takut. dan dia tahu merasa takut adalah perasaan yang tidak baik. Dia juga menambahkan dia hanya ingin menjadi berani, dia tak perduli lagi akan menang atau kalah, dia sudah tak perduli lagi. dia hanya ingin menghadapi ini dengan berani dan berharap dia tak akan pernah takut lagi pada apa yang menimpanya. Dre memprotes A HAn, bagaimana bisa setelah semua ini berlalu, sejauh ini perkembangannya, A HAn menolak untuk membantu Dre di saat saat terakhir menghilangkan rasa takutnya. Dan lagi ekspresi yang benar sekalii sangat saya sukaii, ketika mimik A Han mantap melakukan terapi Chaufu pada Dre.
Dre segera pulih dan kembali ke lapangan untuk menghadapi Nakal1. Syarat dinobatkan menjadi Juara di kejuaraan Kung Fu China itu adalah memukul lawan sebanyak 3 kali. Pertandingan berlanjut dengan sengit dan tegang. Nakal 1 berhasil memukul Dre. Berlanjut satu dan Nakal1 terkena pukulan oleh Dre. Dre menjadi sedikit bersemangat dan mendapatkan pukulan keduanya pada Nakal1. Dre sedikit tak fokus dan akhirnya terkena pukulan Nakal1. Poin pun impas 2-2, satu pukulan lagi akan menentukan siapa pemenangnya. Istirahat diajukan selama beberapa menit, Dre diingatkan untuk kembali fokus dan fokus. Sedangkan Nakal satu diingatkan untuk hajar tiada ampun oleh si Guru Gila. Babak yang sangat menegangkan ini pun dimulai. Secara tak disangka Dre memainkan jurus Kung Fu yang dilihatnya di kampung A Han, Dre memainkan jurus itu dengan baik, dan akhirnya Nakal 1 lengah dan Dre sukses mendaratkan tendangan di kepala Nakal1. Dre sukses menjadi juara di kejuaraan Kung Fu China kali itu.
Dre pernah jatuh dan dia tidak putus asa atau lari dari kekalahannya. Dre tetap berdiri dan berlari untuk mengejar ketertinggalannya, dan Dre berhasil mencapainya.
Huahhhhhh... totally nice film>>>
Langganan:
Postingan (Atom)
